Karunia Berbahasa Roh

oleh Herbert W. Armstrong


Karunia Berbahasa Roh---1

“Apakah berbicara dalam bahasa – bahasa lain seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab adalah merupakan bukti pembaptisan dengan roh kudus ? sebenarnya apakah yang dimaksud dengan baptisan roh kudus ? bagaimanakah dengan persekutuan – persekutuan yang berkata – kata, berteriak dan menangis yang katanya karena kemasukan roh kudus ? apakah mereka yang mengikuti persekutuan semacam itu memang benar – benar berbicara dalam bahasa – bahasa seperti yang dibicarakan di dalam Alkitab ? Inilah jawaban yang sebenarnya dari semua pertanyaan diatas tersebut”.

Apakah berbicara dalam bahasa – bahasa lain seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab itu adalah merupakan bukti pembaptisan dengan roh kudus ? atau itukah bentuk pembaptisan bagi kita pada saat sekarang ini ? sebenarnya apakah yang diajarkan oleh Alkitab mengenai “persekutuan – persekutuan yang memukau manusia tersebut” ?

Hal terpenting di dalam kehidupan kita
pada saat sekarang ini

Sesungguhnya hal terpenting yang terdapat di dalam kehidupan kita adalah baptisan yang benar dengan penerimaan roh kudus dimana hanya sedikit orang sajalah yang pada saat ini yang mengetahui arti sebenarnya dari baptisan tersebut.

Satu hal yang harus anda ketahui adalah bahwa kehidupan kekal kita tergantung kepadanya.

Marilah sekarang kita dengan sungguh – sungguh dan berdoa mulai mempelajari pelajaran yang penting ini.

Roh kudus adalah roh yang kasih, sabar, dan toleran.

Dan secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa keselamatan adalah tinggalnya roh kudus di dalam diri kita.

Roh kudus adalah unsur terpenting di dalam diri Allah.

Roma 8:9-11

9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Jikalau kita tidak memiliki dan menerima roh kudus Allah untuk tinggal di dalam diri kita, maka kita akan tersesat, kita tidak akan memiliki harapan untuk menerima hidup yang kekal.

Jadi penerimaan roh kudus di dalam diri kita adalah hal yang penting di dalam kehidupan kita !

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah perbedaan antara “menerima roh kudus” dan “dibaptis dengan roh kudus” ?

Apakah hari Pentakosta tersebut diulang
pada saat sekarang ini ?

Sebenarnya apakah semua hal menakjubkan yang terjadi pada saat hari Pentakosta tersebut (yang terjadi setelah kenaikan Yesus ke surga) diperuntukkan bagi kita pada saat sekarang ini ?

Kebanyakan orang yang kita jumpai pasti menjawab “ya” dan cara untuk merasakan atau mengalami pengalaman yang menakjubkan tersebut adalah dengan mengikuti persekutuan – persekutuan yang meracau tersebut atau yang sering kita kenal dengan pertemuan berbahasa roh.

Dan mereka juga berpendapat bahwa satu – satunya bukti Alkitab yang menyatakan tentang pembaptisan dengan roh kudus hanyalah “peristiwa berbicara dengan bahasa – bahasa”.

Sesungguhnya pendapat – pendapat diatas tersebut sangatlah menyesatkan hidup seseorang.

Jadi marilah sekarang kita mempelajari dengan benar, hal – hal ajaib atau manifestasi apakah yang terjadi pada hari Pentakosta tersebut, seperti yang telah dinyatakan di dalam Alkitab dan apakah hal tersebut terulang lagi pada saat sekarang ini.

Suatu hal yang harus selalu anda ingat adalah buktikanlah segala sesuatunya berdasarkan firman Allah sendiri yang terdapat di dalam Alkitab.

Satu – satunya catatan yang berkenaan dengan kejadian hebat ini tertulis di dalam Kisah Para Rasul 2:1-13.

Kisah Para Rasul 2:1-13

1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Marilah sekarang kita secara sungguh – sungguh melihat setiap hal yang terjadi pada hari itu :

1. “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.”

Apakah orang – orang yang ber-Pentakosta pada saat sekarang ini, yang percaya akan “berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain” memang bersatu dan berkumpul menjadi satu ? Tidak, malahan mereka terpecah – pecah menjadi banyak cabang dan segmen akibat selisih pendapat diantara mereka sendiri.

2. “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;”

Perhatikanlah bahwa pada hari itu ada suatu bunyi.

Bunyi itu bukanlah suara yang dibuat oleh manusia melainkan berasal dari langit.

Dan bunyinya seperti tiupan angin keras.

Sekarang sebuah pertanyaan yang harus anda jawab adalah pernahkan anda melihat manifestasi atau peristiwa yang ajaib ini terulang pada saat sekarang ini ?

Perhatikan juga bahwa setelah suara ini datang maka muncullah juga Roh Kudus yang menyebabkan mereka berbicara dalam bahasa – bahasa lain.

Tetapi pada saat sekarang ini suara yang datang dari langit dan kemampuan berbicara dalam bahasa – bahasa lain tersebut adalah merupakan hasil ciptaan manusia sendiri yang berusaha berbicara seperti berbicara dalam bahasa – bahasa lain.

Mereka ada yang menggerutu, memekik, dan berbisik, atau bahkan juga mengulang – ulang frasa kata secara berkali – kali sampai lama kelamaan mereka menjadi terbawa dengan suasana yang penuh mistis tersebut, yang mana kemudian mereka sebut sebagai “suasana berbahasa roh”.

Tetapi anda harus mengingat bahwa pada hari itu, Roh kudus yang mendiami masing – masing pribadi para rasul dan orang percaya tersebut berasal dari langit dan datangnya secara langsung, suara yang datang tersebut bukanlah hasil buatan mulut para rasul dan orang percaya melainkan secara langsung dan tiba – tiba datang dari langit.

3. “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;”.

Jadi suara tersebut datangnya dari langit dan bukannya dari orang – orang yang sedang berkumpul seperti yang terjadi pada hari ini.

4. “dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.”

Jadi pada saat itu, semua orang yang berkumpul melihat lidah – lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing – masing.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang – orang pada saat sekarang ini juga mengalami peristiwa yang sama dengan mereka yang berkumpul pada saat itu ?

5. “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus,”.

Mengenai hal ini tentu saja tidak seorang pun pernah mendengar dari perkumpulan – perkumpulan “Pentakosta” modern pada saat ini yang mana mereka mengalami penuh dengan Roh Kudus pada saat yang bersamaan dimana Roh Kudus tersebut datang dengan suara yang mengguruh dari sorga.

6. “lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Banyak orang yang berpendapat bahwa hal inilah yang juga terjadi pada pertemuan – pertemuan jemaat.

Tetapi ingatlah, bahwa pada hari Pentakosta yang istimewa tersebut, semua rasul itu secara tiba – tiba berbicara di dalam bahasa – bahasa.

Bahasa – bahasa tersebut bukanlah bahasa – bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia melainkan bahasa – bahasa tersebut adalah bahasa – bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia.

Bahasa - bahasa yang diucapkan pada saat itu tidak membutuhkan seorang ahli bahasa untuk mengartikannya kepada orang lain.

Dan dengan jelas kita akan mengetahui bahwa bahasa –bahasa tersebut bukanlah bahasa – bahasa yang sering dibuat sendiri oleh orang – orang yang pada saat sekarang ini mengadakan pertemuan yang mereka sebut pertemuan berbahasa roh.

Marilah kita sekarang mempelajarinya secara baik – baik.

Ayat kelima menyatakan kepada kita bahwa terdapat orang – orang Yahudi yang saleh yang tinggal di Yerusalem yang berasal dari berbagai macam daerah di dunia.

Para orang Yahudi tersebut terkesima dan terkejut akan hal yang terjadi.

Mengapakah mereka terkejut ? karena :

7. “mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.”

Orang - orang Yahudi ini dari berbagai macam daerah mengerti tentang apa yang diucapkan oleh para rasul tersebut.

Mereka itu berasal dari Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, Roma, Kreta dan Arab.

Sehingga mereka berkata, “Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita ?”.

Sekarang perhatikanlah baik – baik, setiap orang mendengarkan mereka berbicara di dalam bahasa mereka sendiri.

Kisah Para Rasul 2:6

6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

 


Halaman Awal 1
  Halaman Berikutnya


Untuk informasi lebih jauh harap menghubungi: Pertanyaan


Halaman Bacaan
Halaman Utama