Bagaimanakah pandangan Alkitab tentang
baptisan Roh Kudus?

Patutlah diketahui bahwa apa yang dimaksud dengan baptisan roh kudus menurut Alkitab sesungguhnya sangatlah berbeda dengan apa yang dipahami orang pada saat ini. Baptisan Roh Kudus yang dimaksud di dalam Alkitab adalah baptisan yang mengarah dan diberikan kepada mereka yang hanya menerima baptisan Yohanes dan bukan baptisan para rasul. Yohanes Pembaptis hanya membaptis dengan air tetapi tidak dengan para rasul yang membaptis dan juga memberikan kesempatan bagi manusia untuk menerima Roh Kudus.

Kis 11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.


Kis 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Apakah hari Pentakosta tersebut diulang pada saat sekarang ini ?

Sebenarnya apakah semua hal menakjubkan yang terjadi pada saat hari Pentakosta tersebut (yang terjadi setelah kenaikan Yesus ke surga) diperuntukkan bagi kita pada saat sekarang ini ?

Kebanyakan orang yang kita jumpai pasti menjawab "ya" dan cara untuk merasakan atau mengalami pengalaman yang menakjubkan tersebut adalah dengan mengikuti persekutuan - persekutuan yang meracau tersebut atau yang sering kita kenal dengan pertemuan berbahasa roh.

Dan mereka juga berpendapat bahwa satu - satunya bukti Alkitab yang menyatakan tentang pembaptisan dengan roh kudus hanyalah "peristiwa berbicara dengan bahasa - bahasa".

Sesungguhnya pendapat - pendapat diatas tersebut sangatlah menyesatkan hidup seseorang.

Jadi marilah sekarang kita mempelajari dengan benar, hal - hal ajaib atau manifestasi apakah yang terjadi pada hari Pentakosta tersebut, seperti yang telah dinyatakan di dalam Alkitab dan apakah hal tersebut terulang lagi pada saat sekarang ini.

Suatu hal yang harus selalu anda ingat adalah buktikanlah segala sesuatunya berdasarkan firman Allah sendiri yang terdapat di dalam Alkitab.

Satu - satunya catatan yang berkenaan dengan kejadian hebat ini tertulis di dalam Kisah Para Rasul 2:1-13.

Kisah Para Rasul 2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Marilah sekarang kita secara sungguh - sungguh melihat setiap hal yang terjadi pada hari itu :

1. "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat."

Apakah orang - orang yang ber-Pentakosta pada saat sekarang ini, yang percaya akan "berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain" memang bersatu dan berkumpul menjadi satu ? Tidak, malahan mereka terpecah - pecah menjadi banyak cabang dan segmen akibat selisih pendapat diantara mereka sendiri.

2. "Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;"

Perhatikanlah bahwa pada hari itu ada suatu bunyi.

Bunyi itu bukanlah suara yang dibuat oleh manusia melainkan berasal dari langit.

Dan bunyinya seperti tiupan angin keras.

Sekarang sebuah pertanyaan yang harus anda jawab adalah pernahkan anda melihat manifestasi atau peristiwa yang ajaib ini terulang pada saat sekarang ini ?

Perhatikan juga bahwa setelah suara ini datang maka muncullah juga Roh Kudus yang menyebabkan mereka berbicara dalam bahasa - bahasa lain.

Tetapi pada saat sekarang ini suara yang datang dari langit dan kemampuan berbicara dalam bahasa - bahasa lain tersebut adalah merupakan hasil ciptaan manusia sendiri yang berusaha berbicara seperti berbicara dalam bahasa - bahasa lain.

Mereka ada yang menggerutu, memekik, dan berbisik, atau bahkan juga mengulang - ulang frasa kata secara berkali - kali sampai lama kelamaan mereka menjadi terbawa dengan suasana yang penuh mistis tersebut, yang mana kemudian mereka sebut sebagai "suasana berbahasa roh".

Tetapi anda harus mengingat bahwa pada hari itu, Roh kudus yang mendiami masing - masing pribadi para rasul dan orang percaya tersebut berasal dari langit dan datangnya secara langsung, suara yang datang tersebut bukanlah hasil buatan mulut para rasul dan orang percaya melainkan secara langsung dan tiba - tiba datang dari langit.

3. "Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;".

Jadi suara tersebut datangnya dari langit dan bukannya dari orang - orang yang sedang berkumpul seperti yang terjadi pada hari ini.

4. "dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing."

Jadi pada saat itu, semua orang yang berkumpul melihat lidah - lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing - masing.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang - orang pada saat sekarang ini juga mengalami peristiwa yang sama dengan mereka yang berkumpul pada saat itu ?

5. "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus,".

Mengenai hal ini tentu saja tidak seorang pun pernah mendengar dari perkumpulan - perkumpulan "Pentakosta" modern pada saat ini yang mana mereka mengalami penuh dengan Roh Kudus pada saat yang bersamaan dimana Roh Kudus tersebut datang dengan suara yang mengguruh dari sorga.

6. "lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya."

Banyak orang yang berpendapat bahwa hal inilah yang juga terjadi pada pertemuan - pertemuan jemaat.

Tetapi ingatlah, bahwa pada hari Pentakosta yang istimewa tersebut, semua rasul itu secara tiba - tiba berbicara di dalam bahasa - bahasa.

Bahasa - bahasa tersebut bukanlah bahasa - bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia melainkan bahasa - bahasa tersebut adalah bahasa - bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia.

Bahasa - bahasa yang diucapkan pada saat itu tidak membutuhkan seorang ahli bahasa untuk mengartikannya kepada orang lain.

Dan dengan jelas kita akan mengetahui bahwa bahasa -bahasa tersebut bukanlah bahasa - bahasa yang sering dibuat sendiri oleh orang - orang yang pada saat sekarang ini mengadakan pertemuan yang mereka sebut pertemuan berbahasa roh.

Marilah kita sekarang mempelajarinya secara baik - baik.

Ayat kelima menyatakan kepada kita bahwa terdapat orang - orang Yahudi yang saleh yang tinggal di Yerusalem yang berasal dari berbagai macam daerah di dunia.

Para orang Yahudi tersebut terkesima dan terkejut akan hal yang terjadi.

Mengapakah mereka terkejut ? karena :

7. "mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri."

Orang - orang Yahudi ini dari berbagai macam daerah mengerti tentang apa yang diucapkan oleh para rasul tersebut.

Mereka itu berasal dari Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, Roma, Kreta dan Arab.

Sehingga mereka berkata, "Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita ?".

Sekarang perhatikanlah baik - baik, setiap orang mendengarkan mereka berbicara di dalam bahasa mereka sendiri.

Kisah Para Rasul 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

Rasul - rasul ini semuanya berbicara di dalam bahasa - bahasa yang lain dari bahasa yang mereka gunakan pada saat berkumpul, tetapi perlu diingat bahwa bahasa - bahasa yang diucapkan pada saat itu adalah bahasa - bahasa yang digunakan oleh manusia di bumi / di bawah kolong langit.

Dan setiap orang yang berkumpul mendengarkan para rasul berbicara dengan bahasa asal mereka.

Orang Partia mendengarkan semua rasul tersebut berbicara dengan bahasa Partia.

Orang Media mendengarkan semua rasul tersebut berbicara dengan bahasa Media.

Orang Yunani mendengarkan mereka semuanya berbicara dengan bahasa Yunani.

Mereka mengerti apa yang sedang diucapkan.

Jadi pengertian Alkitab tentang kemampuan "berbicara di dalam bahasa - bahasa" tersebut sesungguhnya adalah kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus Allah untuk memberitakan Injil kerajaan Allah kedalam bahasa lain, yang mana bahasa tersebut adalah bahasa yang digunakan oleh manusia di dunia.

Pada saat peristiwa Pentakosta tersebut, para rasul berbicara tentang kerajaan Allah di dalam bahasa - bahasa lain yang sebelumnya adalah merupakan bahasa - bahasa yang asing atau yang belum dikenal oleh mereka.

Perbedaan jenis bahasa - bahasa

Sekarang yang harus anda pertanyakan kepada diri anda sendiri adalah pernahkah anda mengalami hal yang seperti ini ?

Pernahkah anda mendengar tentang hal berbicara dalam bahasa lain ini ?

Bahkan dapatkah anda menemukan suatu pernyataan di dalam Alkitab dimana hal / manifestasi yang sama seperti yang terjadi di hari Pentakosta terjadi lagi setelah itu ?

Mungkin kebanyakan orang akan mengarah kepada Kisah Para Rasul 10.

Disana memang benar, orang - orang yang berkumpul berbicara di dalam bahasa yang lain ketika Roh Kudus untuk pertama kalinya datang di atas orang - orang fasik di rumah Kornelius ( Kisah Para Rasul 10).

Dan berhubungan dengan hal itu, Petrus berkata,

Kisah Para Rasul 11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"

Tetapi disana tidak dinyatakan atau Petrus tidak mengatakan bahwa roh kudus pada saat itu secara tiba - tiba datang dari langit dengan suara seperti guruh dan tampil sebagai lidah - lidah api yang bertebaran atau orang - orang yang berkumpul disana yang berasal dari daerah dengan bahasa yang berbeda mengerti/mendengar para rasul berbicara dengan bahasa - bahasa asal mereka.

Karena itulah kita tidak akan pernah melihat persamaan dari dua kejadian ini, antara peristiwa Pentakosta dan peristiwa turunnya Roh Kudus pada orang - orang fasik.

Dan memanglah benar bahwa terdapat juga kasus dan merupakan satu - satunya di dalam Alkitab yaitu tentang manusia yang berbicara dalam bahasa yang lain setelah ia dipenuhi dengan roh kudus, hal itu terjadi setelah Paulus membaptis para orang percaya di Efesus dan menumpangkan tangannya diatas mereka.

Kisah Para Rasul 19:6 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Tetapi tidak terdapat indikasi yang menyatakan tentang kesamaan manifestasi seperti yang terjadi pada hari Pentakosta.

Jadi kesimpulannya adalah : Peristiwa Pentakosta dengan manifestasinya tersebut tidak pernah terjadi sebelum dan tidak akan pernah terjadi lagi.

Kesalahan Besar Yang Terjadi

Tahukah anda kesalahan besar yang terjadi sehingga akhirnya banyak "orang - orang saleh" yang tersesatkan, sehingga mereka mencoba untuk membuat peristiwa Pentakosta yang sebenarnya hanya terjadi sekali tersebut ?

Mereka memohon kepada Allah untuk memberikan kepada mereka sesuatu yang memang sudah Allah janjikan akan mereka terima.

Inilah kesalahan mereka :

Mereka mencoba untuk meniru dan melakukan manifestasi - manifestasi yang terjadi di hari Pentakosta dan bukannya mempelajari ajaran - ajaran serta hal penting yang diberikan oleh Allah pada hari itu.

Manifestasi yang terjadi pada hari itu adalah merupakan peristiwa yang paling unik di dalam sejarah manusia, manifestasi yang terjadi pada hari tersebut adalah manifestasi yang menyertai datangnya Roh Kudus atau sang penolong ke dunia.

Dan pelajaran yang disampaikan oleh Petrus pada hari itu adalah pelajaran yang ditujukan bagi semua jemaat di segala jaman.

Petrus berkata,

Kisah Para Rasul 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Pembaptisan dengan air itu sesungguhnya menunjukkan kesungguhan dari pertobatan dan iman anda.

"Bertobat" dan "Percaya" adalah dua syarat yang harus dimiliki oleh seseorang untuk menerima karunia dari pembaptisan dengan Roh Kudus.

Paulus meyakinkan baik orang Yahudi maupun orang Yunani tentang pertobatan kepada Allah dan iman kepada Yesus Kristus.

Semua yang bertobat akan menerima Kristus di dalam iman, dibaptis dan menerima karunia roh kudus dan hal tersebut pun juga berlaku bagi kita pada saat sekarang ini.

Tidak seorang pun dapat menerima roh kudus Allah tanpa benar - benar merendahkan hati, menyerahkan diri sungguh - sungguh kepada Kristus, keluar dari segala jalan dunia dan kepercayaaannya, berkeinginan untuk mematuhi semua perintah Allah, serta memiliki iman yang akan memungkinkan masuknya Roh Kudus ke dalam dirinya.

Allah akan memberikan Roh KudusNya hanya kepada mereka yang sungguh - sungguh mematuhiNya.

Kisah Para Rasul 5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

Kita tidak perlu memohon kepada Allah untuk mendatangkan peristiwa Pentakosta yang lain melainkan kita harus merendahkan hati kita yang mana kita sering gagal dalam melakukannya sehingga hal tersebut akan memungkinkan bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalam diri kita.

Tetapi hal ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu berdoa untuk memperoleh roh kudus Allah, karena banyak berdoa amatlah penting asalkan doa yang anda lakukan benar di hadapan Allah.

Kita memang harus berdoa secara benar, bukan hanya doa yang monoton, yang penuh dengan kekhawatiran dan dipenuhi dengan keinginan pribadi.

Melainkan doa itu harus dipenuhi dengan hati yang bersungguh - sungguh dan penyesalan, mengakui segala kelemahan dan ketidakmampuan, serta kesalahan - kesalahan yang telah kita lakukan.

Karena sama seperti Daud memohon kepada Allah agar Ia memberikan hati yang baik, dan pembaharuan roh didalam dirinya.

Mazmur 51:10 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Kita harus dengan tulus mengaku bahwa sebenarnya hati kita ini tidaklah bersih dan suci.

Dan dibutuhkan peranan doa yang besar agar seseorang dapat menyerah sepenuhnya kepada Allah, untuk menyatakan semua hal yang salah yang ia lakukan yang mana belum ia sadari sebelumnya, serta untuk membawanya kepada keinginan untuk menerima karunia roh kudus Allah.

Penyesatan yang dilakukan oleh Setan

Banyak telah dituliskan dan ribuan khotbah telah disampaikan, yang mana kesemuanya itu berkenaan dengan kebutuhan akan pembaptisan dengan roh kudus.

Kebanyakan semua khotbah tersebut berbicara tentang bahasa - bahasa, manifestasi serta tanda - tanda yang mengikutinya tetapi hanya sedikit saja yang berbicara tentang cara atau metode untuk menerima karunia yang berharga ini.

Hal itu terjadi karena orang - orang hanya mengarahkan pikiran mereka kepada manifestasi yang terjadi di hari Pentakostanya itu saja dan bukannya pada ajaran penting yang terdapat di dalamnya.

Bahkan suatu hal yang patut kita sesalkan adalah bahwa cara atau metode itu sering dikesampingkan oleh banyak orang, mereka tidak pernah mempertanyakan cara - cara modern yang ada di masyarakat berdasarkan ajaran Alkitab.

Inilah hal yang harus ingat terus menerus yait bahwa jika kita mencari sesuatu dengan cara yang salah maka kita juga akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Tahukah anda bahwa setan memang sangat berkeinginan untuk menyesatkan manusia melalui segala hal yang manusia pertanyakan.

Bahkan setan akan menyesatkan manusia setelah manusia itu dibaptis dengan roh kudus kepada suatu cara yang licik dan salah, dimana tujuannya adalah agar manusia itu merengek lagi kepada Allah untuk menerima roh kudus yang memang sudah diberikan kepada dirinya melalui baptisan.

Oleh karenanya mereka akhirnya mendapatkan sesuatu yang salah dan palsu bukannya yang asli dan benar.

Allah melalui firmanNya telah memperingatkan kita semua bahwa setan itu akan seperti singa yang meraung - raung yang mencari siapa saja yang dapat ia makan.

Jemaat masihlah tertidur tetapi setan, musuhnya, sedang giat - giatnya bekerja.

Matius 25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

Yesus memang telah memperingatkan kita akan doktrin - doktrin yang salah yang akan muncul pada hari - hari terakhir ini, yang mana akan menyesatkan banyak orang.

Mungkin pada saat sekarang ini anda berkata "Oh setan tidak pernah dapat menyesatkan saya", atau bahkan anda akan berkata "lihatlah saya sekarang sudah dapat berbahasa roh serta sering mengikuti pertemuan - pertemuan berbahasa roh".

Memang menurut diri anda sendiri anda tidak akan dapat disesatkan tetapi yang perlu anda ketahui adalah bahwa berbicara dalam bahasa yang lain atau yang sering dikenal dengan berbahasa roh adalah hal yang tidak bersifat rohani yang dapat disesatkan oleh setan.

Tidakkah anda tahu bahwa setan adalah makhluk roh ?

Efesus 2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Ia tidak akan datang kepada anda dalam wujud yang jahat seperti yang anda lihat di dalam gambar - gambar melainkan ia akan datang kepada anda dalam wujud malaikat terang yang siap menolong anda, "Ia muncul dalam bentuk malaikat yang membawa terang."

Dan mereka yang telah tersesatkan berpikiran bahwa mereka telah menerima sinar pencerahan yang baru dalam kehidupan mereka sehingga mereka dapat berada di suatu keadaan rohaniah yang lebih tinggi.

Satu hal yang harus benar - benar anda perhatikan adalah bahwa setan memiliki banyak pembantu, yang mana mereka tidak akan mengkhotbahkan hal - hal yang kosong dan berbau kemodernisasian, melainkan mengkhotbahkan hal - hal hebat di dalam lingkup rohaniah sehingga biasanya mereka akan dianggap benar - benar pelayan - pelayan terang.

II Korintus 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

Adalah mereka yang mencari pengalaman rohaniah yang lebih dalamlah yang biasanya akan disesatkan oleh setan dan sayangnya ia sering kali berhasil sekali dalam melakukannya.

Karena itu jikalau kita tidak berhati - hati dan mengabaikan bimbingan Allah melalui Alkitab beserta pembuktiannya maka kita akan secara mudah masuk ke dalam perangkap setan.

Anda tidak dapat dan tidak boleh begitu saja mempercayai pengalaman - pengalaman pribadi anda, karena setan adalah makhluk roh yang dapat memberi anda pengalaman - pengalaman roh yang menakjubkan tetapi sesat.

Mereka melakukan hal tersebut karena dengan begitu mereka akan dapat menyesatkan banyak manusia.

I Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Apakah yang dimaksud dengan kebenaran ? Yesus berkata, "FirmanMu adalah kebenaran", sebenarnya yang Ia maksud tidak lain adalah Alkitab.

Oleh karena itu jika anda berpulang kepada Alkitab maka anda akan menemukan banyak kebenaran di dalamnya yang dapat anda gunakan untuk memperbaiki kehidupan anda dihadapan Allah.

Jadi ketika roh kebenaran hadir maka ia pun akan membimbing kita kepada kepada pengertian yang benar tentang Alkitab.

Sesungguhnya Alkitab itu sendiri adalah suatu alat penguji.

Yesaya 8:19 Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?"
20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Alkitab perjanjian lama dan baru adalah hukum dan penyataan.

Karena itulah cobalah anda menguji segala hal rohani yang ada disekitar anda dengan suatu takaran yang diberikan oleh Allah kepada manusia yang kita sebut Alkitab.

Setan itu sebenarnya menyalah arahkan, membodohi, dan secara licik menyesatkan ribuan manusia dengan memberikan "mimpi - mimpi dan penglihatan - penglihatan" yang mana akhirnya manusia akan berkata bahwa "Tuhan telah berkata - kata kepada saya tentang hal ini dan hal itu."

Dan bahkan mereka berani menyebut semua pengalaman rohaniah mereka tersebut sebagai pengalaman rohaniah yang dipimpin oleh roh kebenaran".

Tetapi ingatlah bahwa setan adalah roh yang dapat memimpin manusia sama seperti Allah, hanya saja ia akan memimpin manusia kepada dosa dan kebinasaan.

Oleh karena itu kita diperingatkan oleh ayat Alkitab yang menuliskan bahwa kita bergumul bukan melawan daging dan darah tetapi melawan roh - roh najis di udara.

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Jadi kenakanlah semua senjata Allah dimana didalamnya juga termasuk iman kita kepada Allah serta firman Allah yang berfungsi sebagai pedang kita.

Memang benar bahwa tidak setiap roh adalah roh yang kudus dan benar, karena banyak terdapat roh yang tidak bersih, salah dan berdosa.

Bagaimanakah dengan pertemuan - pertemuan

yang menunggu turunnya Roh Kudus ?

Apakah pertemuan - pertemuan yang menunggu turunnya Roh Kudus yang sering dilakukan oleh sekelompok orang Kristen tersebut berdasarkan Alkitab ?

Apakah pertemuan semacam ini adalah salah satu metode yang dinyatakan di dalam Alkitab ?

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa terdapat berbagai macam jenis orang - orang yang melakukan pertemuan Pentakosta ini, sehingga cara mereka untuk melaksanakannya pun juga berbeda, tetapi secara umum inilah cara - cara yang mereka lakukan :

Si "pencari" Roh Kudus (demikianlah orang yang menghadiri pertemuan ini biasanya dinamakan) bersama - sama dengan para "pencari" lainnya yang tentu saja sudah menerima pembaptisan mereka, diperintahkan untuk mengucapkan frasa - frasa kata seperti "Glory! Glory!" secara terus menerus.

Secara konstan mereka diperintahkan untuk mengucapkan frasa - frasa kata tersebut sedikit lebih cepat dan lebih cepat.

Selain "Glory", mereka biasanya juga menggunakan beberapa frasa kata lain seperti "Haleluyah" dan "Pujilah Yesus".

Secara konstan para "pencari" tersebut harus mempertahankan situasi yang ada atau bahkan mereka harus lebih mempercepat pengucapan yang dilakukan dan tidak boleh menurun semangatnya.

Kadang - kadang mereka juga diperintahkan untuk menaikkan tangan mereka dan menahannya diatas terus, dan ketika mereka mulai lelah sehingga tidak dapat menahan tangan mereka di atas, maka orang lainlah yang akan datang dan menyokong tangan mereka.

Di suatu pertemuan yang lain, satu kelompok dari "pencari" berkumpul bersama - sama dengan mereka yang sudah menerima baptisan (jika memungkinkan), sedangkan anak - anak harus ditinggal di rumah, karena hanya para "pencari" saja yang diperbolehkan mengikuti acara tersebut.

Semuanya mengumandangkan doa secara keras dan bersamaan, memohon Allah untuk memberi mereka berkat dimana pertemuan seperti ini bisa berlangsung selama berjam - jam atau bahkan sampai jam 3 atau 4 pagi.

Mereka secara terus - menerus memohon, meminta dan merendahkan hati mereka.

Biasanya sekelompok orang atau lebih akan mulai berbahasa dengan bahasa lain dan kemudian mereka akan disebut sebagai orang - orang yang telah menerima baptisan (walaupun mereka itu sudah dibaptis).

Mereka berpendapat bahwa tidak ada bukti lain selain berbicara dengan bahasa yang lain yang akan diterima sebagi bukti dari pembatisan Roh Kudus (Roh Kudus hadir di dalam diri orang yang dibaptis tersebut).

Apakah Alkitab memerintahkan kepada kita

untuk melakukan pertemuan - pertemuan semacam itu ?

Apakah pertemuan - pertemuan yang menunggu datangnya roh kudus atau yang sering dikenal dengan pertemuan berbahasa roh tersebut dilakukan berdasarkan ajaran Alkitab ?

Marilah kita lihat fakta sesungguhnya di dalam Alkitab.

Mungkin mereka yang melakukannya akan mengatakan bahwa pertemuan yang mereka laksanakan tersebut mengarah kepada perintah Yesus di dalam kita "Lukas 24:49" yang brbunyi :

Lukas 24:29 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Di dalam ayat diatas kita akan menemukan kata "tinggal/menunggu", yaitu kata yang sering mereka salah mengertikan.

Di dalam bahasa Inggrisnya kata tersebut adalah "tarry".

Orang - orang yang mengadakan pertemuan Pentakosta tersebut biasanya membaca bacaan Alkitab diatas tersebut seperti ini : "Tetapi kamu harus TINGGAL sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Kemudian mereka mengasumsikan bahwa kata "tinggal/tarry" tersebut memiliki arti untuk membuat pertemuan - pertemuan seperti yang mereka laksanakan pada saat sekarang ini.

Tetapi hal itu bukanlah apa yang sebenarnya dikatakan oleh bacaan Alkitab tersebut karena sesungguhnya yang diperintahkan oleh Yesus kepada murid - muridNya adalah :

"Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Yesus memang memerintahkan mereka untuk tinggal dan menunggu tetapi tidak dalam suatu bentuk cara tertentu mereka harus tinggal dan menunggu, melainkan Yesus memerintahkan untuk tinggal dan menunggu pada suatu tempat yang sudah jelas dan pasti yaitu kota Yerusalem.

Memang kebanyakan orang yang melakukan pertemuan Pentakosta tersebut menghilangkan kata "di dalam kota ini" sehingga makna yang tercerna adalah bahwa kita memang harus melakukan pertemuan untuk tinggal dan menunggu datangnya roh kudus tersebut.

Sekarang yang harus kita pelajari adalah mengapakah Yesus memerintahkan orang - orang utuk tinggal di dalam kota Yerusalem ? jawabnya adalah karena sang "penolong" masih belum turun dari surga - dari tempat yang tinggi dan Yesus juga mengetahui bahwa di kota Yerusalemlah sang "penolong" itu akan datang untuk pertama kalinya.

Karena itulah Yesus memerintahkan murid - muridNya untuk menunggu atau tinggal di Yerusalem sampai datangnya hari Pentakosta.

Sebenarnya kata "tinggal" atau "menunggu" tersebut di ambil dari kata bahasa Inggris "tarry".

Kata "tarry" ini digunakan dalam penterjemahan sekitar 300 tahun yang lalu, kata ini adalah sebuah kata bahasa Inggris yang sudah kuno tetapi yang pada saat itu sering digunakan di dalam penterjemahan.

Sekarang banyak orang yang menyalah artikan arti sesungguhnya dari kata "tarry" ini.

Artinya bukan berdoa juga bukan berarti memohon, merengek, atau mengulang suatu frasa kata secara terus menerus.

Ia juga bukan berarti sebuah pertemuan doa dimana kamus mengartikan kata "tarry" ini sebagai "menunda kepergian atau kedatangan" yaitu "untuk tinggal di dalam tempat yang sama, untuk menunggu dan menunda".

Di dalam teks Yunaninya (Interlinear Greek) ayat itu tertulis : "Tetapi tinggallah engkau di kota Yerusalem sampai kamu dipakaikan kekuatan dari tempat yang tinggi."

"But REMAIN YE IN THE CITY OF JERUSALEM, till ye be clothed with power from on high".

Sekarang bagaimanakah manusia dapat menyimpulkan bahwa pertemuan - pertemuan berbahasa roh yang ada sekarang ini sebenarnya berpulang dari bacaan Alkitab "tinggallah engkau di kota Yerusalem" ? sungguh suatu hal yang amat tidak mungkin.

Tetapi mereka terkadang tetap keras kepala dan memprotes bahwa di dalam Kisah Para Rasul 1:13, 14 di katakan bahwa

Kisah Para Rasul 1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Mereka sekali lagi mengartikannya salah, mereka mengasumsikan bahwa para murid bertemu di dalam rumah tertentu bagi tujuan ini, yaitu mengadakan pertemuan berbahasa roh, mereka memohon kepada Allah agar Ia menurunkan roh kudusNya dari tempat tinggi, dan karena mereka melakukannya maka kita pun juga harus melakukannya.

Dan sering kali mereka menjawab, "bahwa dibutuhkan waktu sekitar sepuluh hari bagi para rasul untuk berdoa memohon datangnya hari Pentakosta".

Pengalaman setelah hari Pentakosta

Sekarang setelah Roh Kudus telah datang ke dunia, apakah mereka yang telah benar - benar dan sungguh - sungguh bertobat dan dibaptis dengan roh kudus perlu lagi untuk menangis, memohon, serta meminta kepada Allah untuk menurunkan kembali roh kudus yang memang sudah ada di tengah - tengah mereka ? Jawabnya adalah TIDAK.

Terdapat sekitar 4 peristiwa baptisan roh kudus lain yang terjadi setelah hari Pentakosta 31 M.

Marilah sekarang kita teliti secara lebih jelas tentang hal - hal apakah yang terjadi di 4 pertemuan tersebut, apakah para orang percaya tersebut melakukan pertemuan seperti yang kita lakukan pada saat sekarang ini (menunggu dan meracau) atau tidak ?

Sebuah pengalaman tertulis di dalam Alkitab, yaitu di dalam Kisah Para Rasul 8, disana Filipus pergi ke Samaria.

Ketika mereka percaya akan berita kerajaan Allah yang disampaikan oleh Filipus dan juga nama Yesus Kristus, maka mereka dibaptis (ayat 12) "Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.".

Petrus dan Yohanes datang ke Samaria dari Yerusalem (ayat 14) "Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.".

Petrus dan Yohanes berdoa untuk mereka bahwa mereka dapat menerima Roh Kudus (ayat 15) "Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.".

Kemudian mereka menumpangkan tangan mereka kepada mereka dan mereka menerima Roh Kudus (ayat 17) "Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.".

Jika anda membaca bacaan Alkitab diatas maka anda tidak akan pernah menemukan bukti dilaksanakannya pertemuan - pertemuan seperti yang dilakukan oleh orang - orang pada saat sekarang ini.

Disana tidak terdapat kejadian orang - orang berbicara dalam bahasa - bahasa lain. Setelah orang - orang tersebut percaya, mereka dibaptis, para rasul berdoa bagi mereka, menumpangkan tangan dan mereka menerima roh kudus.

Sedangkan Kisah Para Rasul 10 menceritakan kepada kita tentang orang - orang yang berada di rumah Kornelius.

Petrus sedang berkhotbah kepada mereka dimana mereka telah bertobat dan berkeinginan untuk ditunjukkan jalan Allah.

Kalau kita teliti secara jelas, apakah terdapat pertemuan yang menunggu turunnya roh kudus disana ? Tidak, sementara itu di dalam Kisah Para Rasul 10:44 kita akan membaca:

Kisah Para Rasul 10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

Kornelius dan orang - orang yang berada di rumahnya tidak perlu "berdoa agar Allah melaksanakan sebuah peristiwa Pentakosta yang lain karena Roh Kudus telah datang ke dunia dari surga pada hari Pentakosta 31 M.

Mereka tidak perlu meminta atau merengek karena mereka telah benar - benar menyerahkan diri mereka.

Ketika Petrus datang untuk menyatakan kepada mereka tentang kabar baik Kerajaan Allah, mereka tidak menolak atau berargumentasi.

Mereka menerima semua ajaran baik itu dengan hati lapang, bahkan hati mereka juga siap dan mereka benar - benar menyerahkan diri sehingga mereka menerima pembaptisna dengan Roh Kudus.

Hal diatas tersebut juga dapat terjadi di dalam diri anda jika memang anda bersungguh - sungguh menyerahkan diri anda kepada Allah.

Jadi tidak terdapat pertemuan - pertemuan yang menunggu turunnya roh kudus disini, juga tidak terdapat pengulangan frasa kata secara berulang - ulang.

Disini kita dapat mengetahui bahwa terdapat dua persyaratan penting yang harus dimiliki, yaitu pertobatan dan iman.

Pengalaman lain yang ditemukan adalah di dalam Kisah Para Rasul 19:1-7.

Kisah Para Rasul 19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Disini anda akan mengetahui bahwa Paulus pergi ke Efesus dan ia menemukan sekumpulan orang percaya disana.

Ia menanyakan perihal Roh Kudus kepada mereka.

Paulus mengetahui dengan baik bahwa Allah akan menjanjikan dan memberikan kepada kita karunia Roh Kudus jika kita memiliki dua persyaratan ini, yaitu pertobatan dan iman.

Perhatikanlah ayat 2 tentang hal ini : Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?"

Disana kita juga akan menemukan suatu bukti tentang ketidak tahuan mereka tentang roh kudus, "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

Ketika Paulus mendengar jawaban mereka, secara langsung Paulus mengetahui apakah yang sedang terjadi kepada mereka, ia tidak menanyakan berapa lamakah mereka "menunggu" seperti banyak dilakukan oleh orang - orang pada saat sekarang ini melainkan ia justru memulai dengan persyaratan yang terakhir yaitu air baptisan.

Paulus menanyakan hal tersebut karena ia mengetahui apakah yang kurang di dalam diri mereka sehingga mereka tidak menerima Roh Kudus.

Dan disanalah ia menemukan sesuatu yang kurang yaitu bahwa mereka dibaptis hanya dengan baptisan Yohanes pembaptis yang mengarah kepada persyaratan yang pertama, pertobatan.

Mereka belumlah dibaptis di dalam Kristus bagi penghapusan dosa - dosa mereka, jadi Paulus memberitahuka kepada mereka bagaimanakah seharusnya mereka dibaptis.

Dan ketika mereka dibaptis dan Paulus menumpangkan tangannya diatas mereka, Roh Kudus hadir di dalam diri mereka.

Jadi ketika persyaratan yang dinyatakan oleh firman Allah terpenuhi maka pada saat itu pun mereka memproleh roh kudus yang dijanjikan dan saat itu mereka berbicara dengan bahasa lain dan bernubuat.

Sehingga kita tidak akan pernah menemukan bukti - bukti tentang pertemuan - pertemuan yang menunggu turunnya Pentakosta disini, tidak terdapat rengekan atau ulangan frasa kata yang sia - sia yang sering dilakukan pada saat sekarang ini.

Hal yang harus anda lakukan adalah menyerahkan diri kepada Allah dan berusaha untuk memiliki dua persyaratan yang dikatakan oleh Allah.

Satu pengalaman yang lain dapat kita temukan di dalam Kisah Para Rasul 9:1-22.

Kisah Para Rasul 9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?"
22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

Sekali lagi di dalam bacaan Alkitab diatas kita tidak menemukan petunjuk tentang adanya pertemuan - pertemuan berbahasa roh seperti yang kita temukan pada saat sekarang ini , karena cara untuk menerima Roh Kudus adalah bertobat dan iman.

Dibacaan Alkitab ini kita tidak akan menemukan peristiwa berbicara dengan bahasa yang lain meskipun kemudian Paulus mengatakan kepada orang - orang Korintus bahwa ia memiliki kemampuan berbicara di dalam banyak bahasa lebih daripada mereka yang ada disitu.

Jadi tidak ditemukan satu contohpun di dalam Alkitab tentang "pertemuan - pertemuan yang menunggu turunnya roh kudus dari surga" / pertemuan berbahasa roh.

Dan memanglah benar bahwa kita harus melihat segala sesuatu yang terjadi dan akan dilakukan berdasarkan semua pernyataan Alkitab.

Banyak orang memang yang mungkin atau telah mengikuti pertemuan - pertemuan menunggu turunnya Roh Kudus dan berbahasa roh.

Mereka berpendapat bahwa mereka telah mengalami sebuah pengalaman rohaniah yang sangat dalam tetapi sekali lagi anda harus berhati - hati dengan semua hal tersebut, semenjak hal tersebut tidak pernah tertuliskan dan terbuktikan berdasarkan Alkitab dan ajarannya.

Jadi jikalau anda tidak dapat menemukan ajaran Alkitab disana maka lebih baik anda tidak ikut ambil bagian di dalamnya walaupun banyak orang berkata bahwa tidak akan ada cara lain untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus.

Orang - orang tersebut mengatakannya karena mereka tidak mengetahui kebenaran dan anda juga harus ingat bahwa pengalaman rohaniah juga dapat diciptakan oleh roh setan yang ada disekitar kita.

Mungkin adalah hal yang benar bahwa orang - orang yang melakukan bahasa roh tersebut adalah orang - orang yang kedatangan roh di dalam diri mereka tetapi bukanlah roh seperti yang dijanjikan Allah di dalam Alkitablah yang datang ke dalam diri mereka karena roh kudus tidak pernah meracau dan ia berfungsi untuk menolong manusia agar ia dapat memahami pengetahuan dari Allah dan mengajarkannya kepada sesamanya.

Tidaklah mungkin bagi manusia untuk mengajar pengetahuan dari Allah kepada sesamanya dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh sesamanya itu.

Perhatikanlah peringatan yang disampaikan melalui Yesaya,

Yesaya 8:19 Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?"
20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Apakah yang dimaksud dengan

"Baptisan dengan Roh Kudus ?"

Baptisan seperti apakah ini ? Pertanyaan yang paling kritis yang sering diajukan oleh seseorang dan yang tidak jarang justru malah menimbulkan kesalah pengertian adalah pertanyaan tentang "pembaptisan dengan roh kudus".

Sebenarnya kesalahan yang terjadi tersebut disebabkan karena asumsi yang selama ini salah dan tidak pernah dipertanyakan kebenarannya.

Kebanyakan orang akan berpendapat bahwa orang yang telah diubah tersebut dapat dilihat melalui diterimanya Roh Kudus di dalam diri mereka, setelah itu mereka akan mendapat karunia dari Allah dengan menerima baptisan dengan Roh Kudus, yaitu jika mereka tetap mencari dan merindukan Roh Kudus.

Baptisan ini adalah baptisan yang dicurahkan dengan kekuatan, yang mana kekuatan ini adalah kekuatan untuk menjadi saksi Yesus, hal ini biasanya diasumsikan atau dilambangkan dengan adanya kemampuan berbicara dengan bahasa yang lain karena terlepasnya atau meregangnya lidah yang menjadi media utama untuk berbicara.

Mereka juga diajarkan dan mengajarkan bahwa seseorang tersebut akan selalu berbicara dengan bahasa lain (bahasa yang tidak dimengerti oleh seorang manusia pun) ketika mereka menerima baptisan ini.

Biasanya peristiwa - peristiwa berbicara meracau ini disertai dengan bergetarnya tubuh atau bahkan sampai pingsan.

Setelah hal ini terjadi maka keberanian untuk menjadi saksi Kristus akan bangkit, lidah teregang dan orang yang telah menerima roh kudus akan mulai bersaksi yaitu dengan mulai berkata - kata dengan tidak jelas dan tidak dipahami oleh orang lain.

Mereka berkata dan mengajarkan bahwa hal - hal tersebut diatas terjadi karena mereka percaya bahwa Petrus, Yakobus, Yohanes dan rasul - rasul lainnya tersebut sebenarnya telah diubah dan menerima karunia Roh Kudus Kudus walapun hari Pentakosta belum terjadi, yaitu baik ketika mereka untuk pertama kalinya dipanggil oleh Yesus atau selama masa pemberitaanNya, hanya saja terdapat suatu hal yang belum mereka miliki yaitu pembaptisan dengan roh kudus.

Oleh karena itulah maka meskipun mereka telah menerima hadiah Roh Kudus, tetapi para murid ini tetap harus menunggu dan berdoa agar Allah menurunkan Pentakosta sehingga mereka mendapatkan pembaptisan dengan Roh Kudus, yang mana akhirnya hal tersebut terjadi juga pada hari Pentakosta.

Inilah semua yang mereka percaya tetapi ingatlah bahwa ITU SEMUANYA TIDAK BENAR !

Sayangnya, ajaran yang tidak benar ini telah menyesatkan banyak orang dengan memerintahkan mereka untuk mencari dan mencari dan mencari pengalaman tambahan yang disebut sebagai "pembaptisan".

Buruknya lagi, banyak orang Kristen yang menjadi patah semangat dan beranggapan bahwa mereka tidak akan pernah menemukan "harapan" jika mereka belum pernah merasakan pengalaman berbahasa roh ini.

Apakah Petrus diubah dan menerima Roh Kudus

sebelum hari Pentakosta ?

Sekarang marilah kita mempelajari hal ini secara dlebih dalam dan janganlah kita mengasumsikan hal ini, atau mempelajarinya secara asal - asalan melainkan lihatlah penyataan yang dinyatakan di dalam Alkitab.

Kebenarannya adalah bahwa tidak ada seorang pun baik Petrus, Yakobus, Yohanes atau murid Yesus lainnya yang pernah menerima Roh Kudus sebelum hari Pentakosta tiba di bumi.

Di bawah perjanjian lama Allah memiliki sebuah jemaat, yaitu bangsa Israel dimana seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Israel tersebut memiliki dua status, sebagai sebuah bangsa, dipanggil Kerajaan Israel, dan sebuah jemaat, dipanggil jemaat Israel.

Sayangnya jemaat tersebut adalah jemaat yang anggotanya masihlah manusia daging.

Jemaat Israel tersebut adalah sepenuhnya berbentuk fisik, materi dan bukannya roh. Dimana keanggotaan seseorang kedalam jemaat tersebut diperoleh dan didasarkan hanya karena ia dilahirkan dalam keluarga bangsa Israel yang juga masih berbentuk daging.

Jadi masuknya seseorang untuk menjadi anggota dari jemaat perjanjian lama tersebut hanyalah melalui kelahiran daging, yang mana terdapat sebuah hal penting yang sering tidak disadari oleh banyak orang bahwa dibawah perjanjian lama kita tidak akan pernah mendapati keselamatan, orang - orang yang berada di jemaat tersebut tidak diubah.

Mereka tidak memiliki Roh Kudus, karena itulah maka selain para nabi yang memang dipanggil secara khusus oleh Allah untuk melakukan tugas - tugas khusus seperti Daud, Elia, dan Yeremia, mereka semuanya yang walaupun secara lahiriah merupakan anggota jemaat perjanjian lama tidak menerima Roh Kudus, bahkan mereka yang menduduki tempat tertinggi di dalam jemaat perjanjian lama tidak pernah memiliki Roh Kudus di dalam diri mereka.

Anda tidak akan pernah mendapatkan satu keterangan pun di dalam Alkitab yang menyatakan tentang janji penerimaan Roh Kudus bagi jemaat perjanjian lama atau janji tentang keselamatan dan hidup yang kekal.

Korban persembahan mereka tidak dapat menghapuskan dosa - dosa mereka.

Ibrani 10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

Tetapi seperti yang dinyatakan di dalam kitab Ibrani bahwa korban persembahan yang dilaksanakan di dalam perjanjian lama tersebut hanyalah sebuah pengingat dosa saja.

Di dalamnya tidak terdapat penghapusan dosa dan karenanya ia tidak mungkin menjanjikan dan memberikan keselamatan bagi umat perjanjian lama.

Hal keselamatan tersebut barulah menjadi datang dan menjadi kenyataan bagi semua manusia pada saat Yesus Kristus mengorbankan diriNya di kayu salib.

Selama masa pengabaranNya, Yesus mengatakan kepada murid - muridNya :

Yohanes 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Perhatikan, bahwa adalah lebih berguna bagi mereka jika Ia pergi.

Pada saat itu Ia sedang berbicara kepada Petrus dan murid - murid lainnya, yaitu pada sore hari saat penyalibanNya, pada saat perjamuan Paskah, yang biasanya disebut "Perjamuan Terakhir".

Dari perkataan Yesus inilah kita dapat mengetahui bahwa Roh Kudus belum turun dan diberikan kepada mereka semua.

Karena jikalau Petrus dan para rasul lainnya telah menerima Roh Kudus, maka pastilah Yesus tidak akan mengatakan kalimat "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi."

Kepada mereka.

Jadi amatlah perlu bagi mereka perihal kepergianNya ke surga, yang bertujuan untuk mengirimkan Roh Kudus ke dunia.

Dimana peristiwa turunnya Roh Kudus tersebut menjadi kenyataan seperti yang memang telah Allah kehendaki dan putuskan, yaitu pada hari Pentakosta.

Lagi, Yesus berkata pada malam yang sama,

Yohanes 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Dan lagi pada malam itu juga Ia berkata :

Yohanes 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.


John 14:15 If ye love me, keep my commandments.
16 And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever;
17 Even the Spirit of truth; whom the world cannot receive, because it seeth him not, neither knoweth him: but ye know him; for he dwelleth with you, and shall be in you.

Perhatikanlah kalimat yang bergaris bawah tersebut baik - baik, jadi bukanlah para murid yang berdoa menurunkan Roh Kudus melainkan Yesuslah yang berdoa kepada Bapa sehingga Ia mengirimkan mengirimkan Roh Kudus yang akan tinggal di dalam diri para murid.

Dan Roh Kudus tersebut datangnya pada hari Pentakosta, peristiwa istimewa yang terjadi setelah Yesus naik ke surga.

Pada awal perayaan masa raya Hari Besar Yang Terakhir, yaitu sebuah masa raya setelah masa raya Tabernakel,

Yohanes 7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Perhatikanlah kata - kata bergaris bawah tersebut, maka anda akan semakin memahami keadaan yang sesungguhnya terjadi.

Definisi Alkitab Tentang Baptisan Roh Kudus

Hanya terdapat satu bacaan Alkitab saja yang sebenarnya mendefinisikan "baptisan Roh Kudus" ini.

Bacaan Alkitab tersebut terdapat di dalam I Korintus 12:13.

I Korintus 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.


I Corinthians 12:13 For by one Spirit are we all baptized into one body, whether we be Jews or Gentiles, whether we be bond or free; and have been all made to drink into one Spirit.

"Telah dibaptis menjadi satu tubuh", yaitu tubuh Kristus, jemaat Allah yang sesungguhnya.

Sekarang marilah kita mempelajari hal ini secara lebih dalam.

Sebenarnya apakah arti dari kata "baptis" ?

Kata "baptis" sebenarnya adalah kata yang terdapat di dalam bahasa Yunani, yang tidak mengalami penterjemahan di dalam Alkitab bahasa Inggrisnya, "baptiso".

Dan jikalau ada seorang penterjemah yang mencoba untuk menterjemahkan kata tersebut maka ia akan menterjemahkannya sebagai "rendam", karena kata Yunani "baptiso" memiliki arti "merendam" atau "memasukkan sesuatu kedalam cairan".

Seseorang yang dibaptis adalah seseorang yang dimasukkan kedalam sesuatu dimana ia dibaptis.

Ketika dibaptis di dalam air, maka orang yang dibaptis tersebut akan benar - benar direndam atau dimasukkan ke dalam air.

Oleh karena itu maka yang dimaksud dengan baptisan oleh Roh Kudus bukanlah baptisan yang mana tubuh kita akan dimasukkan ke dalam Roh Kudus, karena Alkitab menyatakan kepada kita bahwa baptisan oleh Roh Kudus adalah masuknya Roh Kudus kedalam diri kita.

Di dalam Roma 8:9, Paulus dengan jelas menceritakan kepada kita bahwa jikalau Roh Allah tidak berada di dalam diri kita, maka kita bukanlah milik Kristus.

Roma 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

Kita akan menjadi milik Kristus jika Roh Kudus berada di dalam diri kita.

Dan jika kita menjadi milik Kristus, maka kita akan berada di dalam Tubuh Kristus, yaitu yang tidak lain adalah jemaat Kristus.

Oleh karena itu, maka "penerimaan Roh Kudus" lah yang akan "merendam diri" kita dan memasukkan diri kita kedalam jemaat.

Perhatikan baik - baik ayat ini, maka anda akan benar - benar memahaminya :

"For by one Spirit are we all baptized into one body" atau "Sebab dalam satu Roh kita semua, ..................., telah dibaptis menjadi satu tubuh".

Sedangkan rendaman / masuknya seseorang kedalam jemaat Kristus melalui Roh Kudus itulah yang disebut "Pembaptisan Roh Kudus" oleh Alkitab.

Istilah "pembaptisan dengan Roh Kudus" seperti yang banyak dikatakan oleh orang sebenarnya adalah hal yang tidak pernah terdapat di dalam Alkitab, karena pembaptisan Roh Kudus ini adalah pembaptisan yang menyebabkan seseorang dapat menjadi bagian dari tubuh Kristus akibat masuknya Roh Kudus kedalam diri orang tersebut.

Oleh karena itu dituliskan "sebab oleh satu roh kita semuanya dibaptis kedalam satu tubuh".

Jadi penerimaan Roh Kudus tersebut adalah pembaptisan dengan Roh Kudus.

"Menerima" Roh Kudus dan "Pembaptisan" adalah satu dan sama

Marilah kita sekarang mempelajari hal ini secara baik - baik di dalam firman Allah.

Sebelum hari Pentakosta, 31 M, Yesus berkata kepada murid - muridNya, "Tidak lama lagi maka engkau akan dibaptis dengan Roh Kudus".

Kisah Para Rasul 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Berdasarkan ayat diatas kita akan mengetahui bahwa yang diterima oleh para rasul di hari Pentakosta adalah baptisan dengan Roh Kudus.

 

Sekarang marilah kita memperhatikan istilah - istilah yang digunakan untuk menjelaskan "baptisan" ini, di dalam Kisah Para Rasul 2:4, kita membaca :

Kisah Para Rasul 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Jadi dipenuhi dengan Roh Kudus adalah juga baptisan dengan Roh Kudus.

Ribuan orang datang untuk mendengarkan para rasul serta bertanya tentang hal apakah yang harus mereka lakukan untuk memperoleh baptisan dengan Roh Kudus, Petrus menjawab "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."(Kisah Para Rasul 2:38).

Melalui ayat ini kita mengetahui bahwa penerimaan karunia Roh Kudus adalah juga pembaptisan dengan Roh Kudus.

Disini Petrus tidak berkata "tinggal/tarry" atau "agonize/memohon" tetapi ia berkata, "bertobat dan dibaptislah" dan "kamu akan menerima karunia Roh Kudus."

Jadi jelas sekali bahwa penerimaan karunia Roh Kudus adalah pembaptisan dengan Roh Kudus.

Dan tiga ribu orang menerimanya pada hari itu juga.

Disana tidak pernah dinyatakan tentang hal berbicara di dalam bahasa lain, dan proses menunggu karena memang hal itu tidak terjadi.

Perlu diketahui bahwa saat penerimaan Roh Kudus ke dalam diri tiga ribu orang tersebut adalah merupakan saat untuk pertama kalinya mereka menerima Roh Kudus.

Sehingga amatlah jelas bahwa pengertian pembaptisan dengan Roh Kudus yang ada di masyarakat pada saat sekarang ini rupanya jauh melenceng dari pengertian Alkitab yang ada dimana mereka menyatakan bahwa pembaptisan Roh Kudus selalu ditandai dengan proses berbicara dalam bahasa lain dan harus melalui proses menunggu.

Para orang Yahudi tersebut tidak pernah diubah sebelumnya, belum pernah menerima Roh Kudus, jadi saat itu adalah saat pengubahan mereka.

Sepuluh tahun setelahnya, Allah melalui suatu penglihatan kain dan binatang - binatang yang tidak suci menunjukkan kepada Petrus bahwa ia harus pergi untuk memberitakan ajaran Kristus kepada orang - orang yang tinggal di rumah Kornelius.

Orang - orang ini adalah orang -orang fasik dan belum diubah.

Jadi Petrus datang untuk memberitakan tentang Kristus beserta jalan keselamatanNya.

Kornelius sendiri adalah orang yang saleh, ia dan seisi rumahnya takut akan Allah; ia pun memberi sedekah dan berdoa tetapi ia tidak mengetahui jalan keselamatan dan belum diubah.

Petrus datang ke rumah Kornelius dan memberitakan Kristus : ajaranNya, penyalibanNya, serta perihal kebangkitanNya, yaitu bahwa semua orang yang percaya kepada Nya akan menerima penghapusan dosa."

Dan ketika Petrus mencapai puncak khotbahnya, Kornelius dan seisi rumahnya yang sudah bertobat dan saleh tersebut menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

Setelah dari rumah Kornelius, Petrus kembali ke Yerusalem, ia diburu dengan berbagai pertanyaan oleh para rasul lain berkenaan dengan hubungannya dengan orang bukan Yahudi tersebut.

Di dalam menjelaskan bagaimana Allah telah memimpin dirinya untuk pergi dan tentang hal yang terjadi di Kaisaria, Petrus menjelaskan bagaimana seorang malaikat telah mengatakan kepada Kornelius untuk menemui Petrus,

Kisah Para Rasul 11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.

Setelah mendengarkan laporan Petrus, para rasul berseru, "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup".

Hal ini benar - benar menyatakan bahwa hal yang dialami oleh Kornelius dan seisi rumahnya adalah benar - benar pengubahan yang asli dan benar.

Saat itu adalah untuk pertama kalinya mereka menerima Roh Kudus, dan bukanlah baptisan susulan dengan tercurahnya suatu kekuatan ke dalam diri mereka.

Kisah Para Rasul 11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Di dalam menjelaskan tentang apakah yang sebenarnya diterima oleh orang - orang bukan Yahudi ini, Petrus menjelaskan :

 

Kisah Para Rasul 11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"

Petrus secara jelas menjelaskan bahwa apa yang diterima oleh orang - orang bukan Yahudi tersebut tidak lain adalah baptisan Roh Kudus.

Dan baptisan ini juga disebut didalam ayat 17, "karunia-Nya / the like gift".

Jadi karunia Roh Kudus adalah pembaptisan dengan Roh Kudus.

Di dalam ayat 15 Petrus mengatakan, "Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita".

Jadi tercurahnya Roh Kudus ke dalam diri seseorang adalah juga pembaptisan dengan Roh Kudus, kedalam jemaat/tubuh Kristus.

Di dalam Kisah Para Rasul 10:44, kita mempelajari bahwa Roh Kudus tercurah kedalam diri mereka dan di dalam ayat 45 kita menemukan bahwa kepada orang bukan Yahudi pun Roh Kudus dicurahkan.

Kisah Para Rasul 10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

Dan di dalam ayat 47 kita mengetahui bahwa mereka menerima Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"

Jadi penerimaan Roh Kudus adalah pembaptisan dengan Roh Kudus.

Jadi kita telah melihat bahwa terdapat banyak istilah yang semuanya mewakili kejadian "pembaptisan dengan Roh Kudus".

Kesimpulannya adalah bahwa yang dilahirkan dari daging adalah daging.

Yohanes 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Jadi ketika manusia yang masih berbentuk daging dan berdosa berkeinginan untuk bertobat dan dibaptis, maka ia akan menerima Roh Kudus.

Hal itu terjadi bukan karena ia "menunggu" atau "tarry" melainkan melalui iman

Galatia 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.


Yohanes 7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
...
39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Penerimaan karunia Roh Kudus adalah merupakan pembaptisan dengan Roh Kudus untuk menjadi jemaat Kristus.

Orang yang sudah menerima Roh Kudus tersebut kemudian menjadi anak Allah, ia telah diperanakkan, walaupun proses kelahiran kembali yang sesungguhnya baru akan terjadi pada saat kebangkitan.

Orang tersebut diperanakkan dari atas, diperanakkan melalui Roh, ia dibaptis oleh Roh Kudus kedalam bagian tubuh Kristus.

Baptisan bukanlah proses terakhir tetapi hanya permulaan dari pengalaman Kekristenan orang tersebut yang sekarang mulai berkembang.

Ia adalah seumpama bayi yang baru lahir di dalam Kristus.

Ia sekarang harus tumbuh di dalam berkat dan pengetahuan.

Ia harus dapat menanggulangi halangan kehidupan.

Dan ia yang bertahan sampai kesudahannya pasti akan diselamatkan.

Apakah semuanya berbicara dengan bahasa lain ?

Apakah "berbicara dengan bahasa lain" tersebut adalah merupakan bukti Alkitab atas "pembaptisan dengan Roh Kudus" ?

Haruskah semua orang berbicara dengan bahasa lain ketika mereka menerima Roh Kudus dan menjadi anggota dari jemaat Kristus ? inilah jawabnya yaitu bahwa PARA RASUL tidak mengajarkannya.

Pengalaman - pengalaman yang dicatat didalam kitab - kitab Perjanjian Baru serta kejadian yang terjadi setelah hari dan peristiwa Pentakosta tidak menyatakannya.

Semua kejadian pengubahan orang - orang tersebut dicatat di dalam kitab Perjanjian Baru, disana dinyatakan bahwa hanya terdapat dua peristiwa saja dari pertemuan - pertemuan pengubahan itu yang mana orang - orangnya berbicara dalam bahasa lain.

Sehingga haruskah kita mengasumsikan bahwa pada semua kejadian tersebut terdapat pengalaman berbahasa dengan bahasa lain ? TENTU SAJA TIDAK karena memang hal itu tidak terjadi.

Oleh karena itu haruslah kita berhati - hati dalam meneliti firman Allah karena kita tidak boleh menambahinya.

Jadi tidak terdapat pernyataan di dalam Alkitab yang dapat digunakan sebagai bukti tentang pernyataan bahwa anda harus berbicara dalam bahasa lain sebagai bukti bahwa anda telah menerima baptisan dengan Roh Kudus.

Juga tidak terdapat di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa oleh bahasa - bahasa lain yang mereka sampaikan maka engkau akan mengetahui mereka melainkan Alkitab mengatakannya dengan jelas "....dari buahnyalah kamu akan mengenal mereja".

Matius 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Bukan dari hal - hal fisiklah kita mengetahui apakah seseorang itu sudah atau belum menerima Roh Kudus, melainkan melalui kehidupan yang ia jalanilah kita mengetahuinya.

Kehidupan yang dijalani seseorang itulah bukti Alkitab tentang sudah atau belumnya diri seseorang menerima Roh Kudus.

Yesus berkata,

Yohanes 13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Tetapi tidakkah "berbahasa dengan bahasa yang lain" paling tidak adalah merupakan bukti tentang pembaptisan dengan Roh Kudus?

Bacalah apa yang telah diberitakan oleh rasul Paulus di dalam I Korintus 13:1.

I Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.


1 Corinthians 13:1 Though I speak with the tongues of men and of angels, and have not charity, I am become as sounding brass, or a tinkling cymbal.

aggelos, ang'-el-os; from aggello [prob. der. from G71; comp. G34] (to bring tidings); a messenger; esp. an "angel"; by impl. a pastor:--angel, messenger.

Jadi di dunia ini terdapat banyak malaikat berdosa sehingga sangatlah jelas bahwa hal - hal berbahasa lain yang meracau yang kita temui pada saat sekarang ini adalah berasal dari semua roh - roh sesat tersebut.

Akankah anda mengatakan bahwa bahasa - bahasa yang palsu tersebut adalah bukti dari pembaptisan Roh Kudus yang benar ? TENTU SAJA TIDAK.

Semuanya mengakui bahwa "pengalaman berbahasa dalam bahasa - bahasa lain" dapat disesatkan oleh setan.

Jika seseorang tidak berhati - hati atau ceroboh dalam membuktikan segala sesuatunya dengan firman Allah maka ia dengan secara tidak diharapkan telah dipimpin kedalam pencarian hal - hal yang mana tidak pernah terdapat di dalam Alkitab untuk dilakukan.

Pengalaman berbahasa lain dan sensasi fisik atau hal - hal menarik yang termanifestasi oleh panca indera adalah salah satu jalan dimana roh - roh yang sesat tersebut akan menyesatkan manusia sehingga mereka dapat memasuki dan mengambil alih pikiran manusia.

Memang benar bahwa setan dapat menyesatkan"pengalaman berbahasa dengan bahasa lain".

Tetapi hal yang harus anda ketahui adalah bahwa bukti Alkitab adalah suatu bukti yang tidak pernah dapat disesatkan.

"Bahasa - bahasa meracau" yang dilakukan pada saat ini tidaklah sama dengan bahasa - bahasa yang diberikan pada hari Pentakosta di tahun 31 M.

Tetapi buah - buah roh : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri adalah merupakan hal - hal yang tidak dapat disesatkan karena tidak bersifat alami.

Tidak ada seorang pun yang memiliki kemauan dan kekuatan yang cukup untuk memaksa dirinya untuk selalu menunjukkan buah - buah ini di dalam kehidupannya, buah - buah ini membutuhkan sesuatu kekuatan sehingga mereka akan muncul pada kehidupan seseorang.

Hal ini membutuhkan keajaiban kasih Allah untuk masuk kedalam hati kita melalui Roh Kudus yang diberikanNya.

Roma 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Setan tidak memiliki tipuan ataupun penyesatan untuk hal ini, dan itulah bukti Alkitab tentang pembaptisan dengan Roh Kudus.

Berbahasa dalam bahasa lain adalah bukan "sebuah bukti" akan pembaptisan dengan Roh Kudus dan itulah kebenaran yang terdapat di dalam Alkitab.

Apakah terdapat hal berbahasa dengan bahasa lain yang asli ?

Mereka memang berbicara dengan bahasa lain yaitu orang - orang yang berkumpul di rumah Kornelius dan di Efesus, setelah hari Pentakosta.

Ketika meluruskan hal - hal serta ajaran - ajaran di jemaat Korintus, Paulus berkata,

I Korintus 14:5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
...
39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.


I Corinthians 14:5 I would that ye all spake with tongues, but rather that ye prophesied: for greater is he that prophesieth than he that speaketh with tongues, except he interpret, that the church may receive edifying.
...
39 Wherefore, brethren, covet to prophesy, and forbid not to speak with tongues.

Kita harus berhati - hati dari semua prasangka terhadap manifestasi yang sebenarnya dari pengalaman berbicara dengan bahasa lain, karena pengalaman tersebut adalah merupakan kemampuan untuk berbicara di dalam bahasa - bahasa lain yang dimengerti oleh umat manusia dan bukannya bahasa yang racau.

Tetapi kita juga harus mengetahui dengan benar di dalam Alkitab pernyataan yang berkenaan dengan pengalaman berbahasa dalam bahasa lain tersebut.

Di dalam I Korintus 14 seperti yang dicuplik di atas, Paulus berkata bahwa ia lebih senang untuk berbicara dalam lima kata saja tetapi dapat dimengerti dan digunakan untuk mengajar orang lain dari pada sepuluh ribu kata tetapi di dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia.

I Korintus 14:19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Kepada jemaat Korintus, mereka mulai fanatik dengan bahasa - bahasa, ia berkata,

I Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!

Roh Kudus adalah roh yang muncul dari kata hati.

II Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Jadi kita tidak perlu mencari pengalaman berbahasa dengan bahasa lain.

Orang - orang yang melakukan pertemuan "Pentakosta" protes dengan keras bahwa mereka tidak melakukan hal ini, tetapi dalam kenyataannya mereka melakukannya dan mereka tidak dapat menyangkalnya.

Salah satu dari jebakan Setan

yang licik

Alasan dari peringatan ini dapat kita temukan di dalam Alkitab.

I Korintus 14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.


I Corinthians 14:4 He that speaketh in an unknown tongue edifieth himself; but he that prophesieth edifieth the church.

Jika kita berbahasa dengan bahasa lain tanpa orang lain mengerti makna dari apa yang kita ucapkan, maka kita hanyalah mencari kepuasan pribadi.

Hal ini bertentangan dengan pemenuhan hukum Allah yang adalah kasih terhadap Allah dan sesama, karena itulah maka hal tersebut dapat membawa kita kepada suatu bentuk dosa.

Sebenarnya salah satu hal yang akan terhasilkan dari kegiatan "berbahasa roh" ini adalah terdapatnya sekumpulan manusia yang tidak mencari apa - apa, tetapi hanya berkat -berkat seperti yang mereka ungkapkan.

Mereka sangat menikmati hal kesenangan yang satu ini, hal yang penuh dengan pengalaman - pengalaman mistik dan perasaan menakjubkan.

Banyak orang yang tersesatkan tentang hal ini, mereka semuanya itu dipengaruhi untuk mempercayai bahwa hal ini adalah berkat spiritual dari Allah.

Karena itulah kita semua harus berhati - hati.

Yesus berkata,

Yohanes 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Kita harus dilahirkan kembali - dilahirkan dari roh - untuk mewarisi hidup abadi.

Sebagai manusia daging, perasaan, emosi, dan kelima panca indera kita banyak disesatkan oleh setan dan tidak jarang juga ia menyesatkan manusia akan hal - hal rohaniah.

Jadi Setan dapat dan memang memberi manusia pengalaman - pengalaman spiritual yang tampaknya benar dan suci.

Bahkan pengalaman - pengalaman tersebut diikuti dengan perasaan - perasaan mistis, emosi - emosi, dan semangat yang menggembu - gebu.

Semuanya tersebut dapat menyebabkan para pencari Roh Kudus terbawa pikirannya sehingga mereka merasa damai, dimana akhirnya mereka juga menerima segala sensasi ini sebagi berkat dan manifestasi dari Roh Kudus.

Sedangkan hal yang paling menyedihkan adalah bahwa Setan telah menyesatkan banyak orang sehingga mereka selalu berharap akan pengalaman - pengalaman yang dapat ditangkap oleh panca indera tetapi yang berhubungan dengan hal - hal spiritual sehingga mereka akhirnya berpendapat bahwa hal tersebut adalah merupakan berkat dari Allah.

Mengapakah banyak orang yang tersesatkan dan akhirnya jatuh kepada perangkap setan ?

Bukankah firman Allah telah memperingatkan kita untuk menguji semua roh ? sehingga kita mengetahui apakah mereka itu berasal dari Allah atau tidak.

Hal tersebut harus kita lakukan karena banyaknya roh sesat yang masuk ke dalam dunia.

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa tidak akan pernah ada pengalaman spiritual jika Allah mencurahkan Roh KudusNya.

Sesungguhnya terdapat suatu pengalaman yang sangat jelas untuk proses pengubahan yang sungguh - sungguh.

Memang sangatlah mengenaskan jika kita melihat banyak orang yang tersesatkan yang menerima berkat yang palsu.

Sebenarnya mereka itu adalah orang - orang yang perlu dan harus mendengarkan peringatan Allah untuk menguji setiap roh, mereka juga harus memiliki semua persenjataan Allah, yang adalah firman Allah.

Jalan Allah adalah jalan penyaliban kuasa kedagingan, membuang perasaan egois, memupuk kasih bagi Allah dan sesama.

Penyesatan setan adalah perasaan egois, hawa nafsu dan juga pengalaman - pengalaman yang menyesatkan yang biasa hanya dapat dijangkau oleh kelima panca indera manusia.

Dan hal yang paling menyedihkan adalah bahwa orang - orang yang tersesatkan adalah mereka yang merasa terbeban atau menolak atas pernyataan sebenarnya yang terdapat di dalam Alkitab yang dapat mengkoreksi, merubah dan meletakkan mereka di jalan yang benar !

Jika anda merasa terbeban atas pernyataan Alkitab mengenai kegiatan atau perbuatan yang anda lakukan maka anda harus berhati - hati karena hal tersebut adalah bukti Alkitab yang jelas tentang penyesatan setan yang ada di dalam diri anda.

Dalam hal ini anda harus berusaha untuk membebaskan diri anda dari pengaruhnya atas diri anda, berdoalah kepada Allah agar Ia memperbaharui anda dengan sebuah roh yang benar di dalam diri anda, walaupun hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Banyak orang yang mengikuti atau menyelenggarakan pertemuan "berbahasa roh" pada saat ini sepertinya tidak mengerti tujuan sebenarnya dari penerimaan Roh Kudus, mereka memandang karunia roh sebagai hiasan untuk mempercantik diri seseorang saja.

Tetapi anda harus mengetahui bahwa karunia - karunia roh itu sesungguhnya adalah alat - alat yang diberikan kepada kita untuk melakukan pekerjaan Allah.

Setelah Yesus Kristus telah menerima kepenuhan Roh Kudus, Ia berkata,

Lukas 4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

Hal yang perlu anda ketahui adalah bahwa obyek dan tujuan dari Roh Kudus adalah bukan memberikan perasaan dan pengalaman yang berhubungan dengan panca indera kita. Ia tidak bertujuan untuk memberikan pengalaman yang bersifat fisik dan sensual (hal - hal yang tidak bersifat spiritual).

Ia juga tidak membuat seseorang bahagia, tetapi memungkinkan seseorang untuk menyalibkan dirinya dan memberi kekuatan mengalahkan dosa, untuk membersihkan diri kita yang berdosa dan berlaku salah, untuk menanamkan kepada diri kita nilai - nilai ilhai, sehingga kita bisa memperlihatkan kualitas diri kita dan orang boleh melihat Kristus di dalam diri kita, untuk mengerti firman Allah sehingga kita bisa menjalani hidup sesuai dengan setiap firmanNya, untuk memberi kita iman akan Yesus, dimana hal itu akan memungkinkan kebenaranNya masuk ke dalam diri kita, untuk memberi kita kekuatan untuk bersikap baik, sabar, lemah lembut, dan melayani sesama - untuk mewartakan Injil Alah serta untuk menyembuhkan penyakit.

Marilah kita menerima kekuatan ini

Kita harus menerima Roh Kudus, itulah hal yang disampaikan Yesus kepada kita.

Roh Kudus adalah roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.

II Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Ia adalah roh yang memberi pengertian,

Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.


I Korintus 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Dan kekuatan Roh Kudus semacam itu berasal dari dua hal : penyerahan diri dan iman disertai dengan doa yang bersungguh - sungguh.

Marilah kita tunduk kepada Allah dan firmanNya, marilah kita mencari lebih kasihNya, imanNya, pemahaman tentang diri dan rahasiaNya, serta kekuatan yang lebih untuk melayani sesama.

Dan marilah kita meninggalkan manifestasi - manifestasi dan perasaan - perasaan yang kurang benar dan tidak benar tentang diriNya.


Untuk informasi lebih jauh harap menghubungi: Pertanyaan


Halaman Bacaan
Halaman Utama