Apakah Allah adalah sang Pencipta dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini?
Ya, Allah adalah sang Pencipta di alam semesta ini, bahkan kita dapat mengetahui keberadaan Allah melalui segala sesuatu yang diciptakanNya.
Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya [ketidaknampakanNya], dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Wahyu 4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Apakah Allah adalah sebuah keluarga?
Ya, Allah adalah sebuah keluarga bahkan dari kitab Kejadian kita sudah dapat menemukan catatan siapakah dan bagaimanakah Allah. Di dalam Kejadian 1:1 kita akan menemukan kata "Allah" yang berpulang dari tulisan Musa di dalam bahasa Ibrani "Elohim". Kata "Elohim" adalah kata benda yang memiliki arti "jamak" tetapi "tunggal" di dalam penggunaannya sedangkan kata di dalam bahasa Indonesia yang sama dengan kata ini adalah kata keluarga, jemaat, kelompok dan masih banyak lagi. Jika dikatakan terdapat sebuah "keluarga", dapatkah kita mengatakan bahwa hanya terdapat seorang manusia saja di sana? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK, karena di dalam sebuah keluarga pasti terdapat lebih dari satu orang manusia. Demikianlah juga dengan "Elohim" yang memiliki arti jamak. Berapa pribadikah yang ada di dalam "Elohim"? jawabannya pasti lebih dari satu! Ada berapakah dan siapakah Mereka yang ada di dalam Elohim pada saat ini?
Yohanes 1:1 Pada mulanya
adalah Firman; Firman [Yesus] itu
bersama-sama dengan Allah [Bapa] dan
Firman [Yesus] itu adalah Allah
[Bapa].
2 Ia [Firman/Yesus] pada
mulanya bersama-sama dengan Allah [Bapa].
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Firman] dan
tanpa Dia [Firman] tidak ada
suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Ingatlah bahwa pada SAAT ini hanya terdapat dua "Pribadi" saja di dalam keluarga "Allah", yang tidak lain adalah Allah "Bapa" dan Yesus sendiri. Tetapi nantinya di dalam keluarga Allah akan terdapat lebih dari dua Pribadi.
Tidak, Allah bukanlah Trinitas seperti yang banyak dikira orang. Allah memanglah sebuah keluarga tetapi keluarga Allah tidaklah dibatasi hanya dengan tiga pribadi, apalagi Roh Kudus bukanlah termasuk "pribadi" Allah semenjak Roh Kudus adalah kekuatan Allah sendiri. Pada saat ini di dalam keluarga Allah hanya terdapat dua Pribadi, yaitu Allah Bapa dan Yesus. Di dalam Yohanes bab 1, kita akan mendapatkan suatu bacaan Alkitab yang menyatakan tentang Allah Bapa dan Yesus jauh sebelum Allah disebut "Bapa" dan Yesus disebut "Anak". Pada saat itu Allah Bapa disebut sebagai "Allah" dan Yesus sebagai "Firman".
Yohanes 1:1 Pada mulanya
adalah Firman; Firman [Yesus] itu bersama-sama dengan Allah
[Bapa] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah
[Bapa].
2 Ia [Firman/Yesus] pada mulanya bersama-sama dengan
Allah [Bapa].
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Firman] dan
tanpa Dia [Firman] tidak ada suatu pun yang telah jadi dari
segala yang telah dijadikan.
Ingatlah, Allah dan sang Firman adalah dua Pribadi yang terpisah dan memiliki tubuh yang terpisah pula. Mereka BUKANLAH dua atau bahkan tiga Pribadi yang bercampur dalam satu tubuh. Walaupun Allah dan sang Firman memiliki satu kehendak dan satu tujuan di dalam perencanaan (hal ini terjadi oleh karena Mereka memiliki Roh yang sama, yakni roh yang ilahi), tetapi bukan berarti tubuh mereka menjadi satu. Oleh karena itu ketika Yesus, Allah yang menjadi manusia, meninggal maka masih terdapat Allah yang lain di alam semesta ini yang masih hidup dan bekerja. Tidak lain Ia adalah Allah Bapa yang mana Yesus menyerahkan RohNya.
Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Allah Bapalah yang membangkitkan Yesus dari kematian, dan oleh karena itulah akhirnya kita memahami bahwa Allah Bapa adalah Pribadi Allah yang terpisah dari Yesus semenjak tidak mungkinlah Yesus bisa membangkitkan diriNya sendiri karena selama tiga hari Yesus berada di perut bumi tanpa mengingat dan mengetahui apa - apa.
1 Korintus 15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
Kisah Para Rasul 10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah [Bapa] pada hari yang ketiga, dan Allah [Bapa] berkenan, bahwa Ia [Firman] menampakkan diri,
Apakah yang dimaksud bahwa Allah membuat manusia menjadi anak - anakNya di dalam keluargaNya? bagaimanakah hal ini menjadi mungkin? apakah kita nantinya akan menjadi malaikat?
TIDAK! Kita tidak akan pernah menjadi malaikat, bahkan kita nanti malah menghakimi malaikat.
1 Korintus 6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
Jadi apakah dan siapakah kita nantinya? jawabannya tidak lain adalah anak - anak Allah oleh karena kita adalah keturunan Ilahi! Ingat kata - kata "anak - anak Allah" ini mengarah benar - benar menjadi anak - anak dari Allah dan bukan anak - anak yang hanya "diperanakkan". Manusia nantinya akan sungguh - sungguh dilahirkan dari Allah dan oleh karenanya kita disebut pewaris Tahkta Kerajaan Allah! Kita, manusia, adalah keturunan Allah sendiri dan nantinya kita juga akan menjadi Allah sama seperti Orang Tua kita, Bapa dan Yesus. Kita akan menjadi salah satu "Elohim" di dalam keluargaNya.
Sekarang marilah anda melihat penjelasannya.
Ciptaan Yang Khusus
Sejak dahulu manusia memang diciptakan dengan sangat khusus oleh Allah. Bahkan dengan sangat sibuk Allah mempersiapkan tempat dimana manusia akan hidup, yaitu di planet Bumi di mana kita hidup pada saat sekarang ini. Ia bahkan memperbaharui muka wajah bumi yang telah hancur oleh karena peristiwa pemberontakan Setan dengan roh kekuatanNya sendiri selama 6 hari.
Mazmur 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi
Kejadian 2:2 Ketika Allah
pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang
dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala
pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan
menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari
segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu
Raja Daud sangat mengetahui sesungguhnya rahasia dari keberadaan manusia, dan oleh karenanya tidaklah mengherankan jika ia juga memahami mengapa alam semesta di ciptakan secara indah dan bumi di perbaharui yang mana hal ini tidak lain adalah karena manusia. Ya, adalah karena kitalah bumi dan alam semesta dipertahankan keadaannya. Adalah karena kitalah burung - burung ada di udara, ikan - ikan hidup di laut, tumbuh - tumbuhan bersemi dan berbuah dan bertumbuh, angin bertiup, air mengalir, matahari bersinar, dan bintang bergemerlapan.
Mazmur 8:4 Jika aku melihat
langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang
Kautempatkan:
5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
6 Namun Engkau telah membuatnya [sedikit
lebih rendah dari malaikat pada saat ini],
dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga
binatang-binatang di padang;
9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan
apa yang melintasi arus lautan.
10 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di
seluruh bumi!
Sang Firman adalah Allah juga dan selalu bersama - sama dengan Allah [Bapa], tetapi ketika Ia menjadi Yesus maka Ia menjadi manusia dan bukan Allah. Lihatlah bagaimana Alkitab menjelaskan siapakah manusia melalui diri Yesus, yang tidak lain adalah sang Firman di dalam tubuh manusia:
Ibrani 2:6 Ada orang yang
pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya:
"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya
7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat
sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan
telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
Sudah Memperlihatkan Karakter Allah
Sejak dari penciptaannya, manusia telah menunjukkan siapakah diri mereka yang tidak lain adalah pribadi - pribadi ilahi yang berada di dalam tubuh daging yang masih memiliki banyak keterbatasan di dalam berpikir, bertindak dan berkarya. Bagaimana pun juga, manusia yang masih terbatas ini ternyata telah memiliki segala karakter Pencipta mereka dan bahkan mereka memiliki kemampuan seperti Pencipta mereka walaupun terbatas.
a. Manusia sudah diberi tanggung jawab untuk memelihara bumi dan segala isinya dan hal ini mencerminkan karakter kepemimpinan Allah yang bertanggung jawab atas alam semesta yang maha luas ini.
a. Kejadian
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman
kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala
binatang yang merayap di bumi.
b. Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "…………………supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.
b. Manusia diberi kapasitas dan tanggung jawab untuk membantu Allah di dalam memutuskan suatu keputusan atas sesamanya di bawah bimbingan dan hukum Allah.
a. Keluaran
18:12 Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban
bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu
Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan
bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah.
13
Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara
bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi
sampai petang.
14
Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada
bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan
kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang
duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari
pagi sampai petang?"
15
Kata Musa kepada mertuanya itu: "Sebab bangsa ini
datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah.
16
Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang
kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang
lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka
ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah."
17
Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti
yang kaulakukan itu.
18
Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa
yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat
bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri
saja.
19
Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi
nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun
engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan
kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.
20
Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka
ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan
memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan
pekerjaan yang harus dilakukan.
21
Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu
orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang
yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap;
tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin
seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh
orang dan pemimpin sepuluh orang.
22
Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara
bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan
mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili
mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan
pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut
menanggungnya.
23
Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu
kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh
bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke
tempatnya."
24
Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan
dilakukannyalah segala yang dikatakannya.
25
Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan
mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi
pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima
puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
26
Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu;
perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa,
tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri.
c. Manusia memiliki kemampuan pikir yang hebat yang jauh lebih tinggi dari segala makhluk jasmani yang pernah diciptakan Allah di alam semesta ini. Bahkan pada saat pertama kalinya terbentuk peradaban yang pertama setelah peristiwa air bah, manusia sudah dapat mendirikan bangunan terbesar dan tertinggi yang pernah ada.
a.
Kejadian 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain:
"Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya
baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai
batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga
kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah
kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit,
dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke
seluruh bumi."
5
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang
didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6
dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu
bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka;
mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan,
tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa
mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa
masing-masing."
8 Demikianlah
mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan
mereka berhenti mendirikan kota itu.
9 Itulah
sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena
di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan
dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi
d. Manusia memiliki kemampuan untuk menaklukkan bumi dan segala yang ada di dalamnya dan bahkan mampu untuk mermahami hukum - hukum Allah yang berhubungan dengan alam walaupun tidak sepenuhnya. Mereka pun mampu untuk terbang seperti burung, berenang seperti ikan dan bahkan pergi ke luar angkasa untuk melihat benda - benda langit seperti bulan.
a. Kejadian 11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Masa Depan Yang Agung
Manusia pada saat ini masihlah bertubuh daging dan dapat mati. Tetapi mereka yang pada saat ini mau menyerahkan diri mereka kepada Allah dan Yesus melalui pertobatan dan baptisan, maka mereka ini akan mendapatkan roh kekuatan Allah. Inilah proses awal bagaimana manusia nantinya dapat dilahirkan kedalam keluarga Allah. Melalui baptisan dan penerimaan Roh Kudus inilah manusia akan mulai "diperanakkan" dan sudah disebut "anak Allah" secara rohani walaupun masih berbentuk daging.
Kisah Para Rasul 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus
Galatia 4:29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
1 Yohanes 3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Melalui proses perkembangan karakter di dalam kehidupan inilah maka "anak - anak Allah" tersebut akan belajar untuk menjadi sama seperti Allah di dalam hal mengendalikan karakter mereka sehingga karakter diri Allah akan dapat masuk ke dalam diri mereka. Hal ini harus dilakukan dengan kepatuhan dan pelaksanaan hukum Allah di dalam setiap sisi kehidupan "anak - anak Allah" tersebut.
Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku
Galatia 5:22 Tetapi buah Roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum
yang menentang hal-hal itu.
24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah
menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan
keinginannya.
25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita
juga dipimpin oleh Roh
Semenjak Kristus adalah gambaran paling sempurna tentang hal - hal apakah yang akan terjadi kepada manusia maka tidaklah mengherankan jika ternyata semua "anak - anak Allah" tersebut harus hidup sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh Kristus sebagai Saudara sulung mereka.
1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Ketika Ia menjadi manusia, Yesus pernah menyatakan siapakah manusia dihadapan para ahli Taurat dan farisi tentang siapakah manusia.
Mengapa Allah nampak tidak nyata bagi manusia?
a. Karena Ia berbentuk roh dan tidak dapat dilihat oleh manusia.
Roma 1:18 Sebab murka Allah
nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman
manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah
nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada
mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu
kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya [ketidaknampakanNya],
dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia
diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka
tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur
kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan
hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat,
tetapi mereka telah menjadi bodoh
Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
2 Korintues 3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
b. Karena manusia telah disesatkan
Wahyu 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
2 Korintus 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
c. Karena manusia dipengaruhi oleh keinginan daging
Roma 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya
Siapakah yang akan menjadi keluarga Allah?
Manusia! Bagaimanakah hal ini dapat menjadi mungkin? Karena memang mulai dari mulanya manusia diinginkan untuk menjadi keluarga Allah. Coba anda perlu mengingat tentang bagaimanakah manusia tersebut diciptakan:
Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita [Bapa dan Yesus], supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.
Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya
Kalau anda perhatikan diatas maka anda akan memahami bahwa manusia diciptakan dengan sangat khusus dan melalui suatu keputusan yang agung yang telah diputuskan oleh dua Pribadi yang agung. Ya, memang manusia telah diciptakan sama seperti gambaran rupa Allah sendiri. Jika anda melihat di cermin maka anda dengan tidak secara langsung juga telah melihat bagaimanakah gambar dan rupa Allah itu sendiri di dalam bentuk fisik anda. Oleh karena itu, jika kita akan mendapatkan, di dalam Alkitab, suatu kepastian bahwa Allah ternyata juga memiliki mata, tangan, kaki, wajah, pundak dan segala bentuk rupa jasmani yang kita miliki oleh karena memang dari Dialah kita berasal. (Wahyu 1: 12-16; Ezra 8:22; Ibrani 10:31; 1 Petrus 3:4; Matius 4:4; Zakharia 14:4).