Doktrin Dasar Dari Pada Jemaat
The Living Church of God adalah sebuah organisasi baru dengan sejarah yang lama. Pemimpinnya, Dr. Roderick C. Meredith, adalah salah satu dari pemberita Injil yang ditugaskan oleh mendiang Herbert W. Armstrong pada bulan Desember 1952. Selama lebih dari setengah abad Dr. Meredith dengan lantangnya memberitakan kebenaran Allah kepada jutaan orang melalui ratusan artikel dan buklet yang ditulisnya. Beliau juga telah mengadakan beberapa kampanye pemberita Injil diseluruh Amerika Serikat, Kanada dan kepulauan Inggris. Juga ia telah menyiarkan kebenaran baik melalui radio dan televisi kepada seluruh negara berbahasa Inggris.
The Living Church of God adalah organisasi yang memiliki kegiatan aktif di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia, Africa dan kawasan Australasia. Organisasi ini juga memiliki minister – minister yang ditugaskan di kawasan – kawasan tersebut untuk mengepalai 200 lebih jemaat lokalnya. Acara siaran radio Dr. Meredith dan rekan sepemberita Injilnya, bapak Richard Ames di dalam bahasa Inggris, pada saat ini telah juga disiarkan ke beberapa bahasa: Perancis oleh bapak Dibar Apartian, Spanyol oleh bapak Mario Hernandez dan Afrika Selatan oleh bapak Syd Hull.
Anggota jemaat memandang diri mereka sebagai penerus rohani dari Jemaat Perjanjian Baru yang sesungguhnya di Yerusalem di zaman Perjanjian Baru.
Pernyataan
Resmi
dari
Hal – hal Kepercayaan Mendasar
SFB Edisi 1.3, Maret 2004
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Living Church of God
P.O. Box 3810
Charlotte, NC 28227-8010
Telepon: (704) 844-1970
Fax: (704) 841-2244
Email: info@cogl.org
Website: www.lcg.org
© 2004 Living Church of God
™
Hak Cipta Dilindungi Undang – Undang
*Application pending. Simbol ™
tidak menandakan pendaftaran merk dagang
The Living Church of God mendasarkan kepercayaannya kepada Alkitab, yang adalah wahyu Firman Allah. Doktrin, kebiasaan, kebijaksanaan dan tradisi kami berakar dari Worldwide Church of God yang berada dibawah pimpinan Bapak. Herbert W. Armtsrong yang, di tahun 1952, mentahbiskan Roderick C. Meredith (Evangelist/Pewarta Injil kita yang utama/the Presiding Evangelist) sebagai salah satu dari evangelis pertama dari organisasi.
Alkitab mengatakan bahwa kita harus “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 3:18). Di dalam mandat Alkitab tersebut, maka Pewarta Injil Utama/Presiding Evangelist yang adalah juga Dewan Penatua/Council of Elders dari Living Church of God, dengan pimpinan Roh Kudus, memiliki tanggung jawab untuk memperjelas dan menyatakan ajaran/doktrin seperti yang diungkapkan di dalam Pernyataan Resmi Perihal Hal – Hal Kepercayaan Mendasar ini.
Nama Alkitab dari Jemaat yang benar adalah “Jemaat Allah.” Allah memberikan nama kepada segala sesuatunya seperti apa adanya mereka. Nama Jemaat secara jelas dinyatakan di dalam baik bentuk tunggal dan jamak di dalam 12 tempat yang berbeda – beda di dalam Wasiat Baru – termasuk Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 1:2; 10:32; 11:16; 1 Timotius 3:15.
The Living Church of God, dengan kantor pusat denominasinya di Amerika Serikat, memiliki anggota di banyak negara di seluruh dunia dan mengemban tiga misi penting: 1. Untuk mewartakan Injil yang benar yaitu Injil Kerajaan Allah (Markus 1:14; Matius 24:14; Yehezkiel 3 dan 33), dan nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 8:12) bagi semua bangsa sebagai saksi. 2. Untuk memberikan makanan kepada kawanannya dan untuk mengatur perkumpulan Jemaat lokal bagi penyediaan kebutuhan jasmani dan rohani anggota mereka sejalan dengan Allah memungkinkan hal tersebut untuk dilakukan (1 Petrus 5:1-4; Yohanes 21:15-18). 3. Untuk mewartakan nubuatan akhir-zaman dan untuk memperingatkan bangsa – bangsa berbahasa Inggris dan semua bangsa di dunia tentang kedatangan dari Masa Kesesakan (Matius 24:21).
Alkitab adalah kitab wahyu dari Allah bagi manusia. Alkitab adalah landasan dasar dari seluruh ajaran/doktrin Jemaat (Matius 4:4; 2 Timotius 3:16). Kami percaya bahwa Alkitab adalah benar (tidak ada satu kesalahan pun) di dalam manuskrip aslinya dan adalah pondasi yang penting di dalam seluruh pengetahuan kebenaran (Yohanes 17:17).
Bapa dan Anak adalah “Kepala Allah”. Dan hanya terdapat satu Allah (1 Korintus 8:4 dan Ulangan 6:4). Alkitab menunjukkan bahwa Allah adalah suatu keluarga Ilahi yang dimulai dengan dua pribadi, yaitu Allah Bapa dan sang Firman (Kejadian 1:26; Efesus 2:19; 3:15; Ibrani 2:10-11)
Bapa adalah Pribadi Utama di dalam “kepala Allah.” Yesus Kristus mengatakan bahwa Ia diutus untuk menyatakan Bapa (Matius 11:27; Yohanes 1:18; 17:24-26) dan memperkenalkan bahwa BapaNya lebih besar daripada Dia (Yohanes 10:29; 14:28).
Anak, Yesus Kristus, adalah “sang Firman (dalam bahasa Yunaninya adalah logos), melalui Dialah Bapa menciptakan segala sesuatu (Yohanes 1:1-3). Ia adalah “satu – satunya Anak yang diperanakkan” dari Bapa (Yohanes 1:14, 18; 3:16, 18) dan sang Juru Selamat dari umat manusia (1 Yohanes 4:14). Ia meninggal karena dosa – dosa kita dan yang kemudian dibangkitkan sehingga kita dapat diselamatkan dari kematian abadi (Kisah Para Rasul 4:10-12). Ia sekarang duduk di sisi kanan Bapa dan bertindak sebagai Imam Tertinggi dan Kepala Jemaat (Efesus 1:22-23; Ibrani 4:14-16).
Allah adalah Roh. Roh Kudus adalah zat yang paling penting yang adalah pikiran, kehidupan dan kekuatan Allah. Roh Kudus bukanlah Pribadi. Roh ini ada di dalam dan menjadi bagian dari diri Bapa dan Anak, dan memancar dari Mereka keseluruh alam semesta (1 Raja – raja 8:27; Mazmur 139:7; Yeremia 23:24). Adalah melalui Roh Kudus inilah Allah menciptakan segala sesuatu (Kejadian 1:1-2; Wahyu 4:11). Ini adalah kekuatan yang digunakan oleh Kristus untuk memelihara alam semesta (Ibrani 1:2-3). Roh Kudus diberikan kepada semua manusia yang bertobat dari dosa – dosa mereka dan yang kemudian dibaptis (Kisah Para Rasul 2:38-39) dan adalah merupakan kekuatan (Kisah Para Rasul 1:8; 2 Timotius 1:6-7) yang mana semua orang percaya dapat menjadi “pemenang” (Roma 8:37; Wahyu 2:26-27) dan akan dipimpin menuju hidup yang kekal.
Injil Kristus adalah “Kabar Baik” tentang pengampunan dosa – dosa kita melalui pengorbanan Kristus dan tentang Kerajaan serta Pemerintahan Allah yang tidak lama lagi akan datang bumi. Injil Kerajaan Allah yang diberitakan oleh Kristus menyatakan kepada kita tentang cara – cara bagaimanakah kita dapat diperhitungkan oleh Allah sebagai mereka yang berkualitas untuk menjadi anggota KerajaanNya dan yang nantinya akan memerintah (Kisah Para Rasul 2:38-39; Markus 1:14-15; Matius 24:14; Kisah Para Rasul 8:12; 17:7; 28:30-31; Wahyu 2:26-27).
Keselamatan adalah pemberian Allah oleh kasih karunia melalui iman di dalam Yesus Kristus (Titus 3:5; 2 Korintus 2:15; Roma 5:10). Melalui pertobatan dan baptisan, Allah membebaskan kita dari dosa – dosa kita yang lama. Kita kemudian akan memulai proses “penyelamatan” sejalan dengan kita bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengetahuan akan Kristus (2 Petrus 3:18). Keselamatan kita akan sempurna pada saat kebangkitan (1 Korintus 15:50-54). Di dalam merayakan Masa Raya dan hari – hari Sabat Alkitab, kita akan memahami dengan lebih dalam rencana Allah akan keselamatan ini, dan langkah – langkah menuju keselamatan yang kita harus ambil sebagai umat Kristen.
Iman di dalam Kristus
Langkah penting pertama untuk mendapatkan keselamatan adalah bertobat dari dosa, bertobat dari melanggar hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Sejalan dengan di mulainya Jemaat Wasiat Baru, Petrus diwahyukan untuk mengkomentari, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis…….(Kisah Para Rasul 2:38). Semenjak setiap manusia berdosa (Roma 3:23), dan upah dari dosa adalah kematian (Roma 6:23), maka setiap pendosa haruslah berbalik dari melanggar hukum Allah, dan berkeinginan untuk mematuhi PenciptaNya melalui Kristus yang hidup di dalam dirinya (Galatia 2:20).
Baptisan secara selam
Setelah Allah memanggil kita dan membawa kita kepada pertobatan, dan kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, maka langkah penting selanjutnya untuk menerima keselamatan adalah air baptisan. Seseorang haruslah dibaptis (Kisah Para Rasul 2:38; 8:35-39; 9:1-18) sebagai suatu tanda penyerahan total kepada Allah dan suatu keinginan untuk menguburkan diri lama kita (Roma 6:3-6).
Menerima Karunia Allah
Keselamatan adalah hasil dari penerapan “hukum” Allah dan “karunia” Allah (charis di dalam bahasa Yunaninya). “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” Efesus 2:8-9! Kita “telah dibenarkan oleh darah-Nya[Kristus], dan diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, [dan] diselamatkan oleh hidup-Nya!”Roma 5:9-10.
Di dalam baptisan, umat Kristen memasuki “perjanjian baru” dengan Allah (Matius 26:28). Perjanjian Baru ini tidak meniadakan hukum Allah. Di dalam perjanjian ini, Allah menuliskan hukum – hukumNya di dalam pikiran dan hati kita (Ibrani 8:8-10). Ketika seseorang dibaptis, dia membuat perjanjian yang suci dengan Allah bahwa, dengan bantuan Roh Kudus, ia akan melakukan perintah – perintahNya dan hidup di dalam kehidupan ilahi dari hari itu untuk seterusnya! Adalah kristus yang sesungguhnya menghidupkan kehidupanNya yang patuh di dalam kita melalui Roh Kudus. Seperti yang diwahyukan kepada rasul Paulus untuk menulis, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).
Menerima Roh Kudus Allah
Ketika kita bertobat, menerima Yesus dan dibaptis, maka Allah memaafkan kita akan dosa – dosa kita (Kisah Para Rasul 2:38; berhubungan dengan Mazmur 103:3, 10-13). Jika kita benar – benar mengalahkan dosa, kita pasti menerima “kekuatan Allah yang dari atas” (Lukas 24:49). Melalui Roh Allah yang dinamis kita dapat melakukan perintah – perintah Allah. Berdasarkan ajaran Wasiat Baru, Roh Kudus diberikan melalui penumpangan tangan rasul – rasul Allah atau penatua – penatua Allah (Kisah Para Rasul 8:17; 9:17; 19:6; 2 Timotius 1:6).
Melatih iman yang “hidup”
Berdasarkan firman Allah, iman adalah penting bagi keselamatan, dan menjadi salah satu dari doktrin dasar Alkitab (Ibrani 6:1). “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6). Melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah adalah termasuk dari iman yang hidup! “Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yakobus 2:20).
Betumbuh di dalam “karunia” dan “pengetahuan akan Allah”
Setelah bertobat, menerima Kristus, dibaptis dan menerima Roh Kudus dengan penumpangan tangan (Kisah Para Rasul 8:17-18), anak Allah yang baru saja dibaptis dan diperanakkan harus terus “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan” (2 Petrus 3:18). “Mendapatkan keagungan” dengan menerima keabadian adalah langkah penting terakhir di dalam menerima keselamatan (1 Korintus 15:33). Puncak keselamatan bagi umat manusia datang pada saat diagungkannya mereka di dalam kerajaan Allah (Efesus 5:27; Filipi 3:21; 2 Timotius 2:10).
Masa – masa raya tahunan Allah dituliskan di dalam Imamat 23 dan di dalam Ulangan 16. Hari – hari suci yang diberikan oleh Allah ini diperintahkan untuk dirayakan sampai “selama – lamanya” (Imamat 23:14, 21, 31, 41). Jemaat kerasulan memperingati Sabat tahunan (Kisah Para Rasul 2; 12:3-4; 18:21; 20:6, 16; 27:9; 1 Korintus 16:8). Hari hari Sabat ini akan tetap berlangsung untuk diperingati selama pemerintahan seribu tahun Kristus (Zakharia 14:1,9, 16-19).
Masa – masa raya tahunan Allah menggambarkan tujuh langkah penting di dalam rencana keselamatanNya:
1. Paskah/Passover menggambarkan pengorbanan Yesus Kristus, “Anak Domba Allah” (Yohanes 1:29, 36; Wahyu 5:6) yang dikorbankan bagi kita, (1 Korintus 5:7), Yesus memberikan Paskah Wasiat Baru dengan simbol roti dan anggur (1 Korintus 11:23-26).
2. Masa Raya Roti Tak Beragi Tujuh Hari menggambarkan perginya ragi kejahatan dan kecurangan dari kehidupan seorang percaya karena orang tersebut hidup di dalam jalan hidup alami Allah, “roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” (Korintus 5:6-13; Lukas 12:1).
3. Masa Raya dari yang sulung (Pentakosta) menggambarkan masa panenan kecil dari mereka yang diperanakkan sebagai anak Allah, yaitu mereka yang adalah pengikut Kristus. Mereka ini akan dipanen pada masa “kebangkitan pertama” (Wahyu 20:4-5), dan terhitung sebagai “yang sulung” (Yakobus 1:18).
4. Masa Raya Sangkakala menyatakan secara nubuatan tentang kedatangan Yesus Kristus yang kali kedua (Matius 24:31; 1 Korintus 15:52; 1 Tesalonika 4:13-17; Wahyu 11:15-18; 19:15; Zakharia 14:9).
5. Hari Pendamaian menggambarkan penyingkiran Setan, dan ber”satu”nya manusia dengan Allah (Imamat 16:8, 10, 15-27; Wahyu 20:1-3).
6. Masa Raya Tabernakel/Pondok Daun menggambarkan dunia akan datang yang indah yang akan berada di bawah pemerintahan Yesus Kristus dan orang – orang kudusNya (Zakharia 14; Matius 9:37-38; 13:1-30; Lukas 12:32; Yohanes 7:6-14; Kisah Para Rasul 17:13; Wahyu 12:9; 20:4-6).
7. Hari Besar Terakhir menyatakan tentang masa penghakiman besar yang akan terjadi di akhir masa pemerintahan seribu tahun Yesus Kristus di bumi (Yohanes 7:37; Imamat 23:36, 39, 33-34; Wahyu 20:11-12).
Hukum rohaniah Allah disimpulkan di dalam “kesepuluh Perintah” (Keluaran 20:1-17; Ulangan 4:13; 10:4). Pada “khotbah di Bukit” dan beberapa tempat lainnya di dalam Alkitab, Yesus mengagungkan hukum Allah (Matius membabkannya di dalam bab 5-7; Yesaya 42:21), Ia menunjukkan kepada para pengikutNya bahwa mereka harus mematuhi baik dalam huruf dan “roh”. “Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” (Roma 7:12). Adalah dengan melaksanakan jalan hidup ini melalui Kristus yang hidup di dalam kita (Galatia 2:20) yang akan membuat seseorang menjadi orang kudus (Wahyu 14:12).
Firman Allah menyatakan bahwa “hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan” (Keluaran 20:10; Ulangan 5:14). Hari ini harus dirayakan dari matahari tenggelam hari Jumat sore sampai matahari tenggelam hari Sabtu sore. Hari ini adalah “tanda” Allah, yaitu antara Dia dan orang – orang setiaNya – yang menggambarkan “istirahat” Allah dan mengingatkan kita bahwa Ia adalah Pencipta. Hari Sabat ini juga menggambarkan Masa Seribu Tahun, datangnya masa istirahat Seribu Tahun ketika Yesus kembali sebagai Raja di atas segala raja (Ibrani 4:1-4; Wahyu 20:4-6). Yesus Kristus, para rasul, dan jemaat mula – mula selalu merayakan Sabat yang diperintahkan oleh Allah, (Lukas 4:16; Kisah Para Rasul 17:2), dan hari Sabat pun akan tetap dirayakan oleh “seluruh manusia” selama pemerintahan seribu tahun Kristus atas bumi (Yesaya 66:23).
“dosa ialah keadaan yang tidak berhukum.” (1 Yohanes 3:4). “Dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” (1 Yohanes 3:4). “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:23) dan “Sebab upah dosa ialah mau” (Roma 6:23).
Kematian adalah “terhentinya kehidupan” secara alami (Kejadian 2:17; Yehezkiel 18:4). “semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam” (1 Korintus 15:22)”. “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja” (Ibrani 9:27). Setelah mengalami “kematian pertama”, semua manusia akan dibangkitkan kembali ke dalam hidup. Alkitab menyatakan bahwa semua manusia akhirnya akan dibangkitkan (Yohanes 5:28; 1 Korintus 15:22).
“Kematian kedua” adalah kematian abadi, kehancuran total. Mereka yang mengalami kematian kedua tidak akan pernah lagi sadar (Malakhi 4:1; Matius 10:28; 25:46). Kematian kedua adalah, pada kenyataannya, kelenyapan total (Wahyu 20:14-15). “Jika kita berdosa dengan diingini” setelah menerima pengetahuan kebenaran, tidak ada lagi pengampunan dari dosa yang sangat diingini ini (Ibrani 6:4-8; 10:26-31).
Dengan kelahiran manusia fisik, seseorang harus “diperanakkan” (oleh seorang pria), dan “dikandung” (oleh seorang wanita). Dengan adanya suatu kelahiran rohaniah, maka seseorang harus pertama – tama diperanakkan dan dikandung. Kemudian, setelah suatu periode dari “masa pengandungan rohani” atau pertumbuhan rohani (2 Petrus 3:18), umat Kristen akan pada suatu hari mengalami “kelahiran” rohani yang sesungguhnya. Pada saat inilah mereka akan menjadi anak – anak Allah abadi. Kita akan benar – benar dilahirkan kembali pada saat kebangkitan seperti Kristus sendiri, “menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:4).
Bapa memiliki kekuasaan tertinggi, sedangkan anakNya Yesus Kristus berada dibawahNya dalam hal kekuasaan dan kedudukan (Yohanes 14:28). “Kepala [pemimpin] dari Kristus adalah Allah [Bapa]” (1 Korintus 11:3), dan “Kristus adalah Kepala dari Jemaat” (Efesus 5:23). Allah memerintah dengan kasih dan melanjutkan pola ini di dalam JemaatNya. Dibawah Bapa dan anakNya, Yesus Kristus, adalah [1] para rasul, [2] para nabi, [3] para pengabar, [pastor] dan [5] pengajar (Efesus 4:11). Jalan Allah dalam memerintah adalah selalu pemerintahan dari atas ke bawah (Keluaran 18:21-26).
Yesus mengajarkan “Kepemimpinan Yang melayani” oleh firman dan teladanNya (Matius 20:25-28). Ia berkata, “"Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Living Church of God melacak sejarahnya dari Jemaat Kerasulan di dalam kitab Kisah Para Rasul (era Efesus) sampai saat ini. Pesan kepada ketujuh Jemaat di dalam kitab Wahyu bab 2 dan 3 secara berurutan menunjukkan sejarah Jemaat yang benar yang di mulai pada saat itu dan dilanjutkan ke masa – masa setelahnya. Ketujuh Jemaat menggambarkan era – era atau zaman – zaman Jemaat Allah. Kita percaya bahwa era Filadelfia di mulai di masa tahun 1930an, dan bahwa Living Church of God masih memiliki nilai – nilai dan semangat era Filadelfia tersebut.
Allah adalah Pencipta dari segala sesuatu yang ada (Wahyu 4:11). Seperti Tuhan dari alam semesta, Ia menjalankan kepemilikan dan mengatur seluruh ciptaanNya (Kisah Para Rasul 17:24-29). Yesus Kristus mengatakan kepada manusia bahwa kita “wajib” melakukan persepuluhan (Matius 23:23). Alkitab menujukkan bahwa “segala persembahan persepuluhan….. adalah milik TUHAN” (Imamat 27:30). Lama sebelum Wasiat Lama, Abraham – bapa orang beriman membayar persepuluhan kepada wakil Allah (Kejadian 14:20). Melalui persepuluhan, umat Kristen melayani Allah dengan memberikan tunjangan kepada pemberitaan Injil, menghadiri masa rayaNya dan memberikan perhatian kepada Jemaat dan mereka yang membutuhkan.
Pernikahan adalah suatu perjanjian antara seorang pria dan seorang wanita. Semenjak Allah membuat kita sebagai laki – laki dan perempuan, maka Ia adalah Pencipta dari pernikahan. Pernikahan adalah suatu jenis dari hubungan antara Kristus dan Jemaat (Efesus 5:22-33). Dengan beberapa pengecualian yang diberikan oleh Allah (Matius 19:8; 1 Korintus 7), pernikahan akanlah terus tertaut pada umat Kristen sampai mati (Matius 19:3-9).
Firman Allah memerintahkan seluruh umat manusia untuk mengasihi sesamanya seperti diri mereka sendiri (Imamat 19:18; Matius 22:39; Kisah Para Rasul 17:24-29). Allah menyatakan bahwa pada saat ini, keselamatan ditawarkan secara cuma – cuma baik kepada orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10:34-35; Roma 10:12-13; berhubungan dengan Yoel 2:32). Kita percaya bahwa kasih dan rasa hormat yang dalam harus ditunjukkan kepada seluruh manusia dari seluruh etnis/suku (Roma 13:10).
Alkitab mengajarkan bahwa Setan telah menyesatkan seluruh dunia (Wahyu 12:9), sehingga umat Allah perlu untuk dipisahkan dari sistem dunia (Yohanes 15:19; Wahyu 18:4).
Pemisahan ini berarti bahwa mereka yang dipanggil oleh Allah akan hidup di dalam jalan yang berbeda dengan dunia sehingga mereka akan menjadi wakil – wakil pemerintahan Allah yang sesungguhnya (Efesus 6:20; 1 Petrus 2:9-10). Oleh karenanya, secara sejarah, Jemaat Allah telah mengajarkan kepada anggotanya untuk tidak berpartisipasi di dalam juri pengadilan atau urusan politik duniawi.
Living Church of God mengikuti ajaran Yesus Kristus dan para rasulNya. Yesus mengatakan, “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu” (Lukas 6:27-29). Rasul Yakobus, saudara Yesus, tetap melanjutkan ajaran tentang pesan Yesus yang berkenaan dengan kekerasan dan perang (Yakobus 4:1-10).
Secara sejarah, Jemaat Allah telah mempertimbangkan bahwa kepelayanan militer adalah salah bagi anggotanya. Catatan menunjukkan bahwa dari Revolusi Amerika sampai dua Perang Dunia dan beberapa aksi polisi setelahnya, anggota jemaat Allah tetap secara terus menerus menyatakan keberatan terhadap keikutsertaan mereka di dalam partisipasi militer.
Penyembuhan adalah salah – satu “karunia rohani” (1 Korintus 12:1,9). Satu dari nama Allah di dalam bahasa Ibrani adalah Yahweh Ropheka, yang artinya “Allah yang menyembuhkan. Tuhan adalah Allah yang Maha Besar yang “mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu”(Mazmur 103:3; 1 Petrus 2:24). “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:14-16).
Living Church of God mengikuti panduan alkitabiah ini. Kita percaya bahwa Allah tetap menyembuhkan orang sampai saat ini berdasarkan iman seseorang dan keinginan Allah pada setiap kasus.
Kejadian 7:1-2, Imamat 11 dan Ulangan 14 menyatakan instruksi Allah yang berkenaan dengan apa yang Allah ciptakan “halal” (dapat dimakan) dan “haram” (tidak dapat dimakan). Lama setelah peristiwa penyaliban, Petrus tetap mengenali hukum ini dan ia paham bahwa hukum ini masih tetap berlaku (Kisah Para Rasul 10:14). Terlebih – lebih setelah penglihatannya akan binatang – binatang haram yang di bawa turun pada selembar kain, Petrus menjelaskan: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.“ (ayat 28).
Salah satu dari kunci penting untuk memahami nubuatan adalah dengan mengetahui asal usul orang Yahudi yang sesungguhnya berdasarkan Alkitab dan sepuluh suku Israel yang “terhilang”, dan kawasan negara – negara Eropa Barat Laut yang di huni oleh keturunan mereka.
Orang – orang Anglo-Amerika adalah pemilik dari janji – janji hak lahiriah dan mengambil bagian dari berkat keturunan – keturunan Abraham melalui cucunya Yakub. Firman Allah menyatakan bahwa keturunan – keturunan Yakub dari Yusuf akan didera dengan suatu masa kesusahan yang besar, suatu masa “kesusahan Yakub” karena mereka tidak menghormati Pencipta yang telah memberikan mereka berkat – berkat negeri yang terbesar yang pernah diterima suatu bangsa di dalam sejarah manusia (Yeremia 30:4-7; Matius 24:21; Daniel 12:1).
Alkitab membicarakan suatu masa bencana yang besar dan dahsyat, yang disebut “Masa Kesesakan” yang hebat (Matius 24:21-22; Daniel 11:40-45; 12:1; Lukas 21:19-19-36), yang juga disebut masa “kesusahan Yakub” (Yeremia 30:3-7). Yesus Kristus sendiri akan memperpendek hari – hari yang menyedihkan tersebut; karena jikalau tidak “maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat” (Matius 24:22). Kami percaya bahwa kita akan mendekati masa tersebut dengan segera.
Hari Tuhan, disebutkan di lebih dari 30 tempat di dalam Alkitab, dan akan menjadi suatu waktu ketika Allah ikut campur di dalam urusan manusia di dalam dunia. Pada saat itulah Ia akan menghukum penduduk bumi karena dosa – dosa mereka yang banyak (Yoel 1:14-20; 2:1-32; 3:9-17).
Berdasarkan Matius 24:29-31, nantinya akan terdapat tanda – tanda di langit, "Segera sesudah siksaan pada masa itu [dan sebelum hari Tuhan tiba], matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Allah mengatakan, “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi:………Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” (Yoel 2:30-31).
Yesus dengan bersungguh - sungguh menjanjikan kepada murid – muridNya sebanyak sepuluh kali di dalam Matius 24 bahwa Ia nantinya akan pasti “datang kembali” ke bumi ini (berhubungan dengan Yohanes 14:3). Ia mengatakan bahwa “masa kesesakan” akan mendahului kedatangan Anak Manusia (Matius 24:29-30). KedatanganNya, yang akan disertai dengan “bunyi sangkakala yang keras” (ayat 31), akan terjadi ketika “sangkakala ketujuh” berbunyi (Wahyu 11:15). Sangkakala ini juga disebut “sangkakala terakhir” (1 Korintus 15:52; 1 Tesalonika 4:13-18). Inilah “kebangkitan yang pertama” dan mereka yang mengambil bagian di dalam kebangkitan ini akan memerintah bersama – sama dengan Kristus di Bumi “selama seribu tahun” (Wahyu 5:9-10; 20:4,6).
Nabi – nabi wasiat Baru dan Lama telah melihat suatu saat yang belum terjadi, yaitu suatu saat yang menakjubkan di bumi ini (Yesaya 2; 9; 11:6-9; 14:7; Yeremia 31; Mikha 4; Zakharia 8:20-23; 14; Malakhi 4; Kisah Para Rasul 3:19-21; Wahyu 20:4-6). Masa Millenium/Seribu Tahun adalah masa yang lamanya 1000 tahun ketika Yesus Kristus memerintah bersama – sama dengan orang – orang kudusNya.
Terdapat tiga periode penghakiman yang disebutkan di dalam Alkitab:
1. Zaman Jemaat yang terjadi selama Allah menghakimi hanya orang – orangNya saja, yaitu mereka yang dipanggil untuk keluar dari dunia dan masuk ke dalam JemaatNya (1 Petrus 4:17).
2. Masa Seribu Tahun/Milenium di mana semua bangsa akan diberitahukan kebenaran Kristus dan jalan hidupNya yang indah selama seribu tahun (Yesaya 11:9; Wahyu 20:2-6).
3. Masa “Penghakiman terakhir” (Penghakiman Tahta Putih Yang Agung) di mana mereka semua yang pernah hidup, yang meninggal di dalam dosa dan menolak kebenaran Allah dan jalan – jalan hidupNya – akan dibangkitkan kepada kehidupan jasmani dan akan mendapatkan pengajaran akan firman Allah yang akan membuka pikiran dan pemahaman mereka. (Wahyu 20:11-14; Matius 10:15; 11:21-24; 12:41-42; Yehezkiel 37:1-4).
Allah menciptakan manusia dari “debu tanah” (Kejadian 2:7). Manusia di ciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26; berhubungan dengan 5:3); mereka juga diberikan emosi dan pikiran yang seperti Allah. Allah merencanakan bahwa mereka yang bertobat dari dosa dan dibaptis akan menerima Roh Kudus Allah (Kisah 2:38-39; Yohanes 3:16). Pada kedatangan Kristus kedua kalinya, semua yang bertobat di dalam kehidupan ini, baik yang meninggal atau hidup akan diberikan keabadian, yaitu dilahirkan sebagai anak Allah sepenuhnya, dan menjadi anak – anak dari kebangkitan” (Lukas 20:36).
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Matius 5:5); berhubungan dengan Mazmur 37:9,11,22,29,34). “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini [alam semesta]” (Wahyu 21:7).
Berdasarkan semua nubuatan dan janji di dalam Alkitab, “anak sulung” Allah (yaitu mereka yang dipanggil pada saat ini) akan diberi upah suatu tempat/kedudukan di dalam ke pemimpinan di dalam kerajaan Allah (Yohanes 14:1-3; Wahyu 2:26-27; 5:10; Daniel 2:44). Orang kudus yang benar akan menjadi anak – anak Allah yang sepenuhnya “mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (Lukas 20:36). Tujuan Allah adalah bahwa Ia ingin mereproduksi diriNya sendiri melalui mereka yang telah berubah dan menjadi anggota keluarga Allah sepenuhnya, di bawah pemerintahan Bapa dan Anak ( 1 Yohanes 3:1-3). Mereka akan berbagi keagungan ilahi di dalam kebangkitan. Yesus berdoa, “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yohanes 17:22-23).
Halaman Utama untuk website Indonesia
Saran dan kritik tentang website ini harap dialamatkan
kepada olliverl2002@yahoo.com